Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Abu Tipis Guyur 11 Desa di Kabupaten Magelang; Imbas Awan Panas Guguran Merapi

Sevtia Eka Novarita • Selasa, 14 April 2026 | 17:57 WIB
TIPIS: Hujan abu tipis turun di 11 desa di Kabupaten Magelang, imbas awan panas guguran Merapi, Senin malam (13/4/2026). (Tangkapan Layar Video)
TIPIS: Hujan abu tipis turun di 11 desa di Kabupaten Magelang, imbas awan panas guguran Merapi, Senin malam (13/4/2026). (Tangkapan Layar Video)

 

MUNGKID - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran (APG) pada Senin (13/4) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.56 itu memicu hujan abu tipis di sejumlah desa di Kabupaten Magelang, khususnya di wilayah yang berada di lereng barat daya gunung.


Berdasarkan data pemantauan, APG meluncur dengan jarak sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, mengikuti alur hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Aktivitas itu terekam dengan amplitudo maksimum 22,11 mm dan durasi hampir 200 detik, menandakan energi luncuran yang cukup signifikan.

Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan 1 Kali Awan Panas Guguran dan 111 Guguran Lava, Status Siaga Level III Tetap Berlaku


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto membenarkan adanya hujan abu di Kecamatan Dukun dan Sawangan sekitar pukul 20.40. Di Kecamatan Dukun, hujan abu terpantau di Desa Paten, Sengi, Krinjing, Mangunsoko, Sumber, dan Sewukan.


Sementara di Kecamatan Sawangan, sebaran abu dilaporkan terjadi di Desa Kapuhan, Ketep, Wonolelo, Gantang, hingga Krogowanan. Meski intensitasnya tergolong ringan, warga diminta tidak mengabaikan potensi bahaya lanjutan.


"Warga diimbau tetap waspada, terutama menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Total 117.000 Meter Persegi Lahan Terdampak Tol Purwomartani-Maguwoharjo, Pembebasan Sudah 95 Persen


Imbauan tersebut, kata dia, berkaitan dengan potensi bahaya sekunder, seperti aliran material vulkanik yang dapat terbawa melalui sungai-sungai berhulu di puncak Merapi. Terutama jika terjadi hujan di kawasan atas.


Selain itu, warga juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Baca Juga: SMPN 3 Jetis dan SMP Muhammadiyah Jetis Bantul Diduga Terjadi Keracunan MBG, 80 Murid Jadi Korban


Bambang menambahkan, meski tidak menimbulkan gangguan berarti dalam waktu singkat, hujan abu tetap menjadi indikator aktivitas vulkanik yang harus diwaspadai. Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.


Warga Desa Sengi Wawan menyebut, hujan abu yang terjadi tidak terlalu tebal, namun cukup terlihat. "Memang ada hujan abu, tapi tipis," kata dia dalam pesan singkatnya. (aya/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#SEBARAN ABU #GUGURAN MERAPI #Hujan Abu Magelang #Gunung Merapi