Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Pemuda Terima Pengarhaan dari Dubes Inggris, Diharapkan Dapat Perluas Dampak Bagi Generasi Muda

Naila Nihayah • Jumat, 10 April 2026 | 20:30 WIB
Dubes Inggris untuk Indonesia saat berkunjung ke Ponpes Pabelan Kamis (9/4). (Dokumentasi Ponpes Pabelan)
Dubes Inggris untuk Indonesia saat berkunjung ke Ponpes Pabelan Kamis (9/4). (Dokumentasi Ponpes Pabelan)

MUNGKID - Sebanyak 62 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berhasil meraih penghargaan emas dalam program Duke of Edinburgh International Award Kamis (9/4). Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Pabelan, Kabupaten Magelang.

Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang dinilai berhasil menuntaskan seluruh tahapan program. Mulai dari pengembangan keterampilan, aktivitas fisik, pengabdian masyarakat, hingga tantangan ekspedisi yang harus dijalani secara berjenjang dalam waktu tidak singkat.

Untuk mencapai tingkat tersebut, peserta harus melalui tahapan berjenjang dari level perunggu, perak, hingga emas. Setiap tahap memiliki standar dan durasi yang ketat, dengan penekanan pada konsistensi serta kontribusi nyata.

Baca Juga: Dapat Player of The Match saat Lawan Persipal Palu FC, Striker Asing PSS Sleman Gustavo Tocantins Mengaku Belum Puas

Santri Ponpes Pabelan Fathiya Sari Nur Haniya menjadi satu di antara 62 penerima penghargaan tersebut. Dia menjalani serangkaian kegiatan selama lebih dari satu tahun. Mulai dari aktif dalam organisasi hingga kegiatan olahraga.

Selain itu, ia juga mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk memastikan seluruh tahapan dapat dilalui dengan optimal. "Semua kegiatan harus dijalankan secara konsisten dan didokumentasikan. Itu jadi bagian dari penilaian," ujarnya.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis menyebut, capaian para peserta merupakan hasil dari proses panjang yang tidak mudah. "Ini bukan hasil instan. Ada komitmen dan disiplin yang dijalankan dalam waktu lama," katanya.

Baca Juga: Buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Ala Guru Kulon Progo, Usung Lokalitas dan Budaya

Di Ponpes Pabelan, program ini telah dijalankan sejak 1997 dan dinilai sejalan dengan nilai-nilai pendidikan pesantren. Terutama dalam hal kemandirian dan tanggung jawab sosial.

Pimpinan pesantren KH Ahmad Najib Amin Hamam menilai, program tersebut memberi ruang bagi santri untuk berkembang secara lebih luas, termasuk dalam konteks global. "Santri dilatih menyelesaikan tantangan dan berkontribusi nyata di masyarakat," paparnya.

Program ini menuntut peserta tidak hanya belajar secara konseptual, tetapi juga langsung terjun ke lapangan. Keterlibatan dalam kegiatan sosial menjadi satu aspek penting yang dinilai. Peserta didorong untuk mengambil peran aktif di lingkungan masing-masing, mulai dari organisasi hingga kegiatan pelayanan masyarakat.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menuturkan, penghargaan ini mencerminkan proses pembelajaran yang menyeluruh. Menurutnya, program ini tidak hanya bermanfaat bagi individu. Tetapi juga memperkuat hubungan antar masyarakat lintas negara melalui sektor pendidikan dan pengembangan pemuda.

Baca Juga: WFH bagi Pegawai di Gunungkidul Diterapkan Hari ini: Harus di Rumah Saat Jam Kerja, Keluyuran Tanpa Alasan Kedinasan Disanksi Tegas

Program yang telah berjalan selama 70 tahun secara global ini, kata dia, memang dirancang untuk membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

Dia menyebut, para penerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah umum, komunitas, hingga lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Di antaranya berasal dari Purna Paskibraka Indonesia Bandung, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Jogjakarta, sekolah komunitas di Bali, hingga lembaga pendidikan di Jakarta dan Surabaya.

Dia menambahkan, meski telah menjangkau berbagai daerah, cakupan program ini masih terus diperluas. Ke depan, program Duke of Edinburgh International Award ditargetkan hadir di lebih banyak kota dengan melibatkan ribuan pemuda.

Langkah ini, lanjut dia, diharapkan dapat memperluas dampak dalam membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Duke of Edinburgh International Award #Pondok Pesantren (Ponpes) Pabelan #penghargaan emas #Kabupaten Magelang