Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang; Negara Besar Harus Mandiri Energi

Naila Nihayah • Kamis, 9 April 2026 | 22:05 WIB
SIMBOLIS: Presiden Prabowo Subianto saat menekan tombol sirine yang menandai peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Kamis (9/4/2026). (Naila Nihayah/Radar Jogja)
SIMBOLIS: Presiden Prabowo Subianto saat menekan tombol sirine yang menandai peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Kamis (9/4/2026). (Naila Nihayah/Radar Jogja)

MUNGKID - Penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo Subianto menandai peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Kamis (9/4/2026). Peresmian menjadi babak baru mendukung kemandirian energi yang digadang-gadang menjadi syarat bagi negara besar untuk bertahan dan berdaulat.

 Rombongan Presiden tiba di kompleks PT VKTR sekitar pukul 11.35. Kemudian Prabowo diajak oleh Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Novyan Bakrie melihat sejumlah armada listrik yang diproduksi pabrik. Setelah itu memasuki bus TransJakarta, sembari berbincang hangat. Barulah sekitar pukul 11.53 tiba di lokasi peresmian.

Baca Juga: Respons Cepat Damkarmat Gunungkidul Rata-rata 8 Menit 20 Detik, 44 Kejadian Penyelamatan dan 5 Kebakaran Selama Maret 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Indonesia Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut mendampingi Prabowo. Hadir pula Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, gubernur Akmil, serta instansi terkait.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, kemandirian energi menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah negara. Selain pangan, sektor energi merupakan penentu utama kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian global. "Kalau kita ingin tetap merdeka dan bertahan, kita harus mandiri. Dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Anggaran Tak Sampai Setengah Dibanding Tahun Lalu, Paskibraka Sleman Tak Pakai Formasi Penuh

Dikatakan, di tengah krisis global dan meningkatnya kekhawatiran banyak negara terhadap ketersediaan energi, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena kekayaan sumber daya alamnya. Namun dia mengingatkan, ketergantungan pada energi fosil harus segera dikurangi. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi bersih dan terbarukan.

Dorongan itu, lanjut dia, satu di antaranya dapat dilakukan melalui elektrifikasi di sektor transportasi. Penggunaan kendaraan listrik, termasuk bus dan truk, dinilai sebagai langkah nyata untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurangi emisi karbon. "Walaupun kita kaya sumber daya, kita harus hemat energi dan mulai beralih ke energi bersih," tegasnya.

Baca Juga: Lima Sampel Vape Lolos Uji Narkoba, BNN Sleman Tetap Dorong Pelarangan Rokok Elektrik karena Dampak Kesehatan

Prabowo menekankan, penguasaan teknologi harus diikuti dengan industrialisasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dia menyebut, industrialisasi sebagai tahap penting dalam kebangkitan suatu bangsa, dari penguasaan teknologi hingga produksi massal.

Peresmian pabrik kendaraan listrik ini dinilai sebagai bagian dari proses itu, sekaligus tonggak penting dalam membangun industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri. "Inilah yang kita harapkan dari putra-putri bangsa, ikut serta dalam industrialisasi dan transformasi bangsa,"  kata Prabowo.

Baca Juga: Tampungan Air PAUD Kasih Ibu Sempat Kosong dalam Sepekan, Kini Terisi Berkat Dermawan

 Presiden juga mengapresiasi langkah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang dinilai konsisten mengembangkan kendaraan listrik komersial sejak beberapa tahun terakhir. Menurutnya, inisiatif itu sejalan dengan kebutuhan nasional dalam mengurangi ketergantungan energi fosil sekaligus membangun industri dalam negeri.

 Dalam kesempatan itu, dia juga mendorong pemerintah daerah hingga institusi negara untuk mulai menggunakan produk kendaraan listrik dalam negeri, khususnya bus dan truk. Dia mencontohkan, Pemprov Jateng yang telah memesan puluhan unit bus listrik. "Kita harapkan daerah lain juga berpihak pada produk bangsa sendiri," paparnya.

Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Novyan Bakrie menuturkan, pabrik ini merupakan bagian dari misi besar untuk membangun kemandirian industri nasional. Sekaligus mendukung target pemerintah dalam transisi energi dan pengurangan subsidi BBM.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk sendiri menargetkan 3.000 unit per tahun untuk bus dan truk listrik. Pabrik ini tidak hanya menjadi fasilitas produksi, tetapi juga simbol dimulainya penguatan industri otomotif listrik nasional dari sektor kendaraan massal.

Baca Juga: Polsek Kawal Penyaluran Bantuan Pangan untuk Ribuan Warga Mantrijeron Jogja

Anindya Novyan Bakrie menyebut, perusahaan yang dipimpinnya merupakan pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, dengan fokus pada produksi bus dan truk listrik.

Menurutnya, kehadiran pabrik ini merupakan bagian dari misi besar untuk membangun kemandirian industri nasional. Sekaligus mendukung target pemerintah dalam transisi energi dan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Kapasitas ini bahkan dapat ditingkatkan hingga 10.000 unit per tahun, seiring perkembangan permintaan pasar," paparnya sebelum peresmian, Kamis (9/4/2026).

Angka itu, lanjut dia, dinilai masih merupakan tahap awal jika dibandingkan dengan potensi pasar nasional. Saat ini, jumlah bus di Indonesia diperkirakan mencapai 280 ribu unit, sementara truk mencapai sekitar 6,5 juta unit.

Dia menjelaskan, satu nilai strategis dari pengembangan kendaraan listrik komersial terletak pada efisiensi energi. Jika seluruh armada bus dan truk di Indonesia beralih ke listrik, potensi penghematan subsidi BBM diperkirakan bisa mencapai 5 miliar dolar AS per tahun.

Baca Juga: Cerita Ezra Timothy Nugroho, Alumni UGM Yang 57 Hari Berada di Benua Antartika; Temukan Spesies Hewan Berusia 3.500 Tahun

Selain efisiensi, lanjut dia, sektor ini juga dinilai memiliki dampak besar terhadap penurunan emisi karbon. Mengingat bus dan truk merupakan kendaraan dengan tingkat konsumsi energi tinggi.

Sementara pemilihan Magelang sebagai lokasi pabrik bukan tanpa alasan. Dia menilai, wilayah ini cukup strategis karena menjadi bagian dari jaringan industri karoseri yang telah berkembang di Jawa Tengah.

VKTR pun menggandeng berbagai mitra lokal dalam proses produksi. Mulai dari karoseri, pemasok komponen, hingga industri pendukung di berbagai daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dalam pengembangannya, VKTR juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pada tahun lalu, TKDN telah mencapai 40 persen dan ditargetkan mendekati 60 persen dalam waktu dekat. (aya/laz)

Editor : Herpri Kartun
#maghelang #pabrik kendaraan listrik #Kendaraan Listrik #Prabowo Subianto