Waspada Longsor dan Jalur Gelap Polresta Magelang Tambah Rambu Peringatan di Kawasan Pegunungan

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 13 Maret 2026 | 23:45 WIB

BERBAHAYA: Longsor di bahu Jalan Magelang-Boyolali ini terbilang rawan. Pemdes, relawan, BPBD, dan anggota kepolisian juga telah memasang penanda serta garis polisi di lokasi.(NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
BERBAHAYA: Longsor di bahu Jalan Magelang-Boyolali ini terbilang rawan. Pemdes, relawan, BPBD, dan anggota kepolisian juga telah memasang penanda serta garis polisi di lokasi.(NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

 

MUNGKID - Polisi bersama instansi terkait mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kabupaten Magelang. Satu langkah yang disiapkan adalah penambahan rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor guna meningkatkan kewaspadaan pengendara.

Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha mengatakan, jalur di wilayah Magelang menjadi salah satu lintasan penting bagi pemudik karena berada di jalur tengah Pulau Jawa.

Karena itu, polisi menyiapkan sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama masa mudik.

Meski sempat terjadi longsor di kawasan tersebut, Ayu memastikan, kejadian tersebut tidak berada di jalur utama.

Selain jalur utama, kepolisian juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan. Ssatu titik rawan kepadatan diperkirakan berada di ruas jalan Payaman-Sambung yang selama ini dikenal sebagai titik penyempitan jalan atau bottleneck.

Namun kondisi jalan di jalur tersebut kini telah diperbaiki bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). "Jalan di Payaman-Sambung sekarang sudah diperbaiki dan kondisinya sudah halus. Mudah-mudahan ke depan bisa diperlebar agar tidak terjadi bottleneck lagi," katanya.

Baca Juga: Polresta Magelang Ungkap Rekaman CCTV sebelum SP Tewas Terjatuh, Sempat Berontak saat Diamankan Karyawan

Sebagai alternatif, pemudik dapat dialihkan melalui jalur menuju Pucang yang kemudian tembus ke wilayah Menowo. Selain itu, jalur alternatif lain juga disiapkan melalui kawasan maupun jalur pegunungan menuju wilayah perbatasan Boyolali. Namun penggunaan jalur alternatif tersebut akan menyesuaikan jenis kendaraan yang melintas.

Selain jalur Payaman-Sambung, titik lain yang berpotensi mengalami kepadatan adalah simpang jalan di kawasan pusat perbelanjaan di wilayah Kota Magelang. Untuk mengatasi potensi kemacetan, polisi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Artos.

Rekayasa tersebut, kata dia, dilakukan dengan sistem delay system serta pengurangan perpotongan arus kendaraan. Satu perubahan yang dilakukan adalah meniadakan kendaraan yang langsung berbelok ke kanan dari Jalan Soekarno-Hatta menuju arah kota.

Baca Juga: Jaga Predikat Kota Wisata, Legislatif DPRD Kota Jogja Dorong Persoalan Macet Harus Diantisipasi Lebih Awal

Sebagai gantinya, kendaraan diarahkan untuk mengikuti lampu lalu lintas dan berputar sesuai jalur yang telah ditentukan. "Kami mengurangi crossing agar arus lalu lintas lebih lancar," terangnya.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14-15 Maret, sedangkan gelombang berikutnya diperkirakan berlangsung hingga 18-19 Maret.

Namun, lanjut Ayu, penerapan rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. "Jika situasi membutuhkan rekayasa arus lalu lintas maka akan kita laksanakan, tetapi jika tidak maka pengaturan lalu lintas dilakukan secara normal," bebernya.

Baca Juga: Mudik Tanpa Was-was: Purworejo Siapkan Bengkel Mobile dan Layanan Antar BBM bagi Pemudik

Meski jalur alternatif telah disiapkan, dia mengakui, penerangan jalan di sejumlah kawasan pegunungan masih terbatas. Karena itu, pemudik yang melintasi jalur tersebut diminta lebih berhati-hati, terutama saat berkendara pada malam hari.

Pengendara juga diminta memahami kondisi medan jalan sebelum melintas di kawasan pegunungan. "Penerangan jalan memang masih terbatas. Karena itu kami mengimbau pengendara untuk berhati-hati dan memahami kondisi medan," lontarnya.


Editor : Heru Pratomo
selo Magelang polresta simpang Artos Pucang BPTD lebaran Boyolali rawan longsor