Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanggap Darurat Diperpanjang Seminggu, 35 Dusun di Magelang Alami Gangguan Air Bersih Dampak Banjir Lahar Merapi

Naila Nihayah • Senin, 9 Maret 2026 | 22:25 WIB

 

 Pemkab menggelar rapat evaluasi bersama lintas sektor terkait status tanggap darurat bencana pascabanjir lahar hujan di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Senin (9/3).
Pemkab menggelar rapat evaluasi bersama lintas sektor terkait status tanggap darurat bencana pascabanjir lahar hujan di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Senin (9/3).
 

 

 

MUNGKID - Pemkab Magelang memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir lahar hujan Merapi selama tujuh hari ke depan. Perpanjangan dilakukan karena proses pemulihan di sejumlah wilayah terdampak masih berlangsung.

Terutama soal pemenuhan kebutuhan air bersih serta perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto menyebut, perpanjangan status tanggap darurat bencana ini diputuskan dalam rapat evaluasi lintas sektor. Pemkab menilai masih ada sejumlah pekerjaan yang belum sepenuhnya tuntas.

"Misalnya penanganan air bersih di beberapa desa, kemudian juga masih ada jalan dan jembatan yang belum diambil langkah penanganan secara tuntas," ujarnya usai rapat lintas sektor di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Senin (9/3).

Berdasarkan kondisi tersebut, forum rapat sepakat mengusulkan kepada bupati agar masa tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari. Satu persoalan yang masih menjadi fokus penanganan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.

Berdasarkan data sementara, ada 35 dusun di tujuh desa mengalami gangguan pasokan air bersih akibat dampak banjir lahar hujan Merapi.

Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, lanjut Adi, pemkab menyiapkan sejumlah langkah darurat dengan melibatkan berbagai pihak. BPBD menyiapkan bak penampung atau tandon air di sejumlah titik. Sementara distribusi air bersih akan dibantu oleh berbagai pihak, termasuk PDAM, PMI, serta DPUPR.

Saat ini, BPBD telah menyiapkan sekitar 20 hingga 25 unit tandon air. Sebagian merupakan milik BPBD, sementara sebagian lainnya merupakan bantuan dari BNPB. Distribusi air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak selama masa pemulihan berlangsung.

Baca Juga: Imbas Anggaran Terbatas, Rehabilitasi Nihil Tahun Ini Meski 270 Kilometer Jalan Provinsi Belum Mantap

Selain air bersih, kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian utama dalam proses pemulihan pascabencana. Beberapa ruas jalan dan jembatan di wilayah terdampak masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Saat ini, pemkab masih membahas langkah teknis terkait mekanisme perbaikan infrastruktur tersebut. "Termasuk langkah-langkah yang akan dilakukan, soal penganggaran, dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah," jelasnya.

Melalui perpanjangan masa tanggap darurat ini, pemkab menargetkan pemulihan layanan dasar warga dapat segera terselesaikan. Adi mengakui, kondisi wilayah terdampak mungkin belum sepenuhnya kembali seperti sebelum bencana terjadi.

"Paling tidak aksesibilitas warga, baik jalan, jembatan, maupun air bersih bisa tertangani," lontarnya.

Untuk diketahui, banjir lahar hujan di sungai yang berhulu dari Gunung Merapi pada Selasa (3/3) sore menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu layanan dasar di sejumlah wilayah. Selain itu, bencana tersebut menelan tiga korban jiwa dan dua lainnya belum ditemukan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #pemkab #Merapi #BPBD #banjir lahar hujan #masa tanggap darurat #air bersih