MAGELANG - Ribuan pelajar dari tingkat TK hingga SMA memeriahkan kegiatan Tarhib Ramadan sekaligus pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) di Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (10/2). Selain untuk menyambut Ramadan, kegiatan ini juga sarat akan kebersamaan.
Sejak pagi, kawasan Alun-Alun Kota Magelang berubah menjadi lautan putih. Ribuan anak mengenakan busana serba putih, lengkap dengan tulisan bernuansa Ramadan. Di sepanjang jalan, lantunan salawat dan yel-yel penyambutan Ramadan menggema, disambut warga yang berdiri di tepi trotoar mengabadikan momen.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Magelang Tugono menyebut, jumlah peserta mencapai lebih dari 6.000 anak. Mereka berasal dari tingkat TK hingga sebagian SMA dan SMK di wilayahnya.
Anak-anak TK hanya mengelilingi alun-alun, siswa SD berjalan hingga Jalan Daha, sementara peserta SMP dan SMA melanjutkan hingga Tugu Adipura. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun suasana religius menjelang Ramadan 1447 Hijriah. "Ini untuk menyambut bulan suci Ramadan agar ketakwaan dan kekhusyukan bisa terjaga," ujarnya.
Selain pawai tarhib, kegiatan ini juga menandai pembukaan FASI tingkat Kota Magelang. FASI merupakan ajang pembinaan dan kompetisi bagi anak-anak dalam bidang keagamaan, yang digelar dua tahun sekali.
"Kalau FASI memang periodenya dua tahunan. Alhamdulillah Kota Magelang pernah sampai tingkat nasional," jelas Tugono.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, antusiasme masyarakat sangat besar. Dia mengatakan, perayaan serupa berpotensi digelar lebih meriah di tahun-tahun mendatang.
"Ini memang acara rutin, tapi melihat antusiasmenya, potensi untuk dibuat lebih meriah itu ada. Insya Allah tahun depan akan kita siapkan lebih bagus lagi," paparnya.
Baca Juga: Unik! PWI Kabupaten Magelang Rayakan HPN lewat Aksi Lingkungan dan Panggung Literasi Pelajar
Baginya, Tarhib Ramadan bukan sekadar karnaval tahunan, melainkan bagian dari ekspresi kolektif masyarakat dalam menyambut bulan suci. Terlebih, Kota Magelang selama ini dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi.
"Kita ini Kota Toleransi. Artinya, setiap agama dan keyakinan punya posisi yang sama, equal. Kita sama-sama menjaga kota yang kita cintai ini," tandas Damar. (aya/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita