Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wujudkan Hunian Sehat untuk Pemulihan Anak, LAZISMU dan Pemkot Magelang Bedah Rumah Warga Nambangan

Naila Nihayah • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:10 WIB
Wali Kota Magelang saat meninjau rumah milik Agus yang selesai direhabilitasi, Senin sore (19/1).  Rumah Tak Layak Huni di Nambangan Direhab Buruh Bangunan Kini Punya Hunian Lebih Sehat
Wali Kota Magelang saat meninjau rumah milik Agus yang selesai direhabilitasi, Senin sore (19/1). Rumah Tak Layak Huni di Nambangan Direhab Buruh Bangunan Kini Punya Hunian Lebih Sehat

 

MAGELANG - Rumah sederhana berukuran 5 x 8 meter di RW 20 RT 06 Nambangan, Rejowinangun Utara, Magelang Tengah sudah ber. Rumah yang sebelumnya belum diplester, minim sekat, dan memiliki sanitasi kurang layak itu kini menjadi hunian yang lebih sehat dan nyaman melalui kolaborasi LAZISMU dan Pemkot Magelang.

Pemilik rumah, Agus Romadhon, 48 sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Dia tinggal bersama istri dan tiga anaknya, termasuk anak bungsu berusia lima tahun yang saat ini menderita meningitis dan membutuhkan lingkungan rumah yang bersih serta layak untuk mendukung proses pemulihan.

Baca Juga: Pertama di Indonesia Embarkasi Haji Hotel Kulon Progo, Bea Cukai Ingatkan Jemaah Maksimal Bawa 2 Slop Rokok

Agus mengaku, kondisi rumah sebelumnya kerap membuatnya khawatir, terutama saat musim hujan. Lantai yang masih berupa tanah, tidak adanya sekat ruangan, serta kamar mandi yang kurang memadai menjadi tantangan tersendiri bagi keluarganya.

"Sekarang rumahnya jauh lebih nyaman. Anak-anak juga lebih aman, terutama yang bungsu karena sedang sakit," jelas Agus, Senin sore (19/1).

Selain memperbaiki kualitas hunian, renovasi rumah tersebut juga mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga. Agus yang memiliki riwayat penyakit jantung berencana mengurangi pekerjaan berat sebagai buruh bangunan.

Baca Juga: Gaet Jacksen Tiago, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Siap Pantau Bakat Pesepakbola Putri Kalimantan

Dalam proses rehabilitasi, rumahnya dilengkapi ruang kecil yang akan digunakan sebagai warung sederhana. Sehingga ia dan istrinya bisa tetap memiliki sumber penghasilan dari rumah.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, kasus rumah Agus merupakan satu dari sekian rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih ditemui di wilayahnya. Pemkot, katanya, terus berupaya melakukan pendataan dan perbaikan secara bertahap dengan menggandeng berbagai lembaga.

Dia menyebut, masih ada rumah-rumah warga yang kondisinya seperti ini. "Dengan keterbatasan anggaran, kami tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu kolaborasi dengan lembaga sosial dan pihak lainnya," ujar dia.

Baca Juga: Antre Panjang, Lorotan dari Labuhan Merapi Baru Bisa Didapat setelah Setahun, Pelana Kuda Digunakan untuk 8 Tahun Sekali

Selain LAZISMU, pemkot juga menjalin kerja sama dengan Baznas, PSMTI, serta berbagai program CSR, termasuk dari Bank Jateng. Tujuannya untuk membantu penanganan rumah tidak layak huni di wilayah perkotaan yang padat penduduk.

Menurut Damar, peran RT dan RW sangat penting dalam proses pendataan. Dia meminta aparat wilayah aktif melaporkan kondisi rumah warga yang membutuhkan perbaikan agar bisa segera ditindaklanjuti oleh lurah dan camat. "Data dari bawah ini penting. Kalau tidak dilaporkan, kami juga sulit menjangkau," katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kota Magelang Nugroho Adibroto menjelaskan, rehabilitasi rumah Agus merupakan bagian dari program bedah rumah tahun 2025 yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Wates dan Nambangan.

Baca Juga: Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500: Jenazah Pramugari Berhasil Ditemukan

Untuk rumah Agus, LAZISMU mengalokasikan anggaran sekitar Rp 28 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki dinding, lantai, serta fasilitas sanitasi agar memenuhi standar hunian layak. "Awalnya kondisi rumah belum diplester, tidak ada sekat ruangan, dan kamar mandinya kurang layak. Itu yang kami perbaiki," terangnya.

Proses pengerjaan yang semula ditargetkan rampung dalam tiga minggu sempat molor hingga satu bulan karena kondisi kesehatan Agus yang menurun akibat gangguan jantung. Meski begitu, renovasi akhirnya dapat diselesaikan dan rumah kini siap dihuni kembali.

Sebelumnya, keluarga Agus juga tercatat sebagai penerima bantuan pengobatan dari LAZISMU untuk mendukung perawatan anak bungsunya. Sekarang rumahnya sudah lebih layak dan ada tambahan ruang usaha kecil. "Harapannya bisa membantu ekonomi keluarga," bebernya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #dAMAR PRASETYONO #Nambangan #rtlh #LazisMu #pemkot #wates #warung #rumah sederhana #meningitis