MUNGKID - Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-80 di Kabupaten Magelang tidak dirayakan dengan seremoni formal. Di Kecamatan Srumbung, peringatan tersebut justru hadir dalam bentuk kegiatan sosial, mulai dari khitan massal hingga bazar ribuan pakaian layak pakai dengan harga terjangkau.
Sejak Rabu pagi (24/12), halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ngablak I, Srumbung dipadati warga. Mereka antre memilih pakaian di bazar yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Magelang.
Aneka jenis pakaian ditata rapi dalam plastik transparan. Mulai dari kerudung, mukena, baju tidur, celana, pakaian anak-anak, hingga busana harian. Seluruhnya dalam kondisi bersih dan layak pakai.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Distribusi BBM dan LPG Diperketat
Harga yang ditawarkan relatif murah, berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 10.000 per potong. Bazar tersebut pun disambut antusias. Terutama oleh warga sekitar yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga ramah di kantong.
Ketua DWP Kemenag Kabupaten Magelang Anik Sulistianti menjelaskan, pakaian yang dijual telah melalui proses pemilahan dan perawatan, sehingga tetap pantas digunakan. Selain meringankan beban warga, bazar ini juga mengusung misi kemanusiaan.
Sebagian hasil penjualan akan disalurkan untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). "Warga tidak hanya mendapatkan pakaian murah dan layak, tetapi juga ikut beramal," lontarnya.
Baca Juga: Menghina Orang Lain dengan Sebutan “Anjing” Diancam 6 Bulan Penjara atau Denda Rp 10 Juta, Berlaku 2 Januari 2026
Kesibukan serupa juga tampak di Kantor Urusan Agama (KUA) Srumbung. Puluhan anak mengikuti khitan massal yang menjadi rangkaian lain dari peringatan HAB Kemenag ke-80. Sebanyak 43 anak usia sekolah dasar dari Kecamatan Srumbung, Salam, dan Dukun ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang Hanif Hanani mengatakan, rangkaian HAB tahun ini sengaja difokuskan pada kegiatan sosial dan penguatan ekonomi umat. Selain khitan massal dan bazar, Kemenag juga menyalurkan insentif kepada 98 guru dan tenaga non-ASN di bawah naungan Kemenag Kabupaten Magelang.
Penyaluran insentif tersebut dipusatkan di MI Ngablak I Srumbung. Tidak hanya itu, bantuan pengembangan ekonomi umat juga diberikan di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Mertoyudan dan Borobudur.
Baca Juga: Menghina Orang Lain dengan Sebutan “Anjing” Diancam 6 Bulan Penjara atau Denda Rp 10 Juta, Berlaku 2 Januari 2026
Meski tidak seluruh kecamatan dapat terjangkau, Hanif menegaskan, bantuan difokuskan pada wilayah tengah dan selatan Kabupaten Magelang. "Tidak semua kecamatan bisa kami cover, tetapi setidaknya ada tujuh kecamatan yang mendapat sentuhan program," katanya.
Hanif menambahkan, rangkaian kegiatan HAB di Srumbung juga diarahkan untuk memperkuat kerukunan umat dan sinergi sosial, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Baca Juga: Di Tengah Gugatan Cerai dengan Atalia Praratya, Ridwan Kamil Akui Kekhilafan
Seluruh kegiatan tersebut, lanjutnya, mengacu pada konsep ekoteologi yang digagas Kemenag. Yakni pemahaman beragama yang tidak hanya menekankan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan.
Sebelumnya, rangkaian HAB di Srumbung juga diwarnai kegiatan jalan santai yang diikuti sekitar 6.000 peserta dan sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas hingga dua kilometer. "Yang menarik, seluruh pedagang laku. Ini menunjukkan kegiatan keagamaan dan sosial bisa sekaligus menggerakkan ekonomi warga," paparnya. (aya)