MUNGKID — Sebanyak delapan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Magelang menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Penghentian ini bukan disebabkan kendala pencairan dana maupun persoalan keamanan pangan. Melainkan bagian dari penataan administrasi dan penutupan buku anggaran akhir tahun yang dilakukan secara nasional oleh badan gizi nasional (BGN).
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum menjelaskan, penghentian sementara tersebut dilakukan agar tata kelola program dapat berjalan lebih tertib dan akuntabel.
Dia menyebut, langkah ini merupakan kebijakan terpusat dari BGN dan bersifat sementara. "Ini dalam rangka penataan dan penyesuaian administrasi dari BGN pusat," ujarnya, Kamis (18/12).
Dia menegaskan, penghentian operasional tidak berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, maupun adanya kejadian luar biasa dalam pelaksanaan program. Proses penataan dilakukan agar layanan ke depan dapat berjalan lebih optimal.
"Kami mohon pengertian masyarakat. Informasi terkait waktu operasional kembali akan kami sampaikan secara resmi setelah proses penataan selesai," katanya.
Hal senada disampaikan Supervisor Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membawahi sejumlah SPPG di Magelang Kabupaten, Sukardiyono.
Dia menyebut, seluruh dapur SPPG secara nasional memang diwajibkan menghentikan aktivitas operasional di akhir tahun anggaran. "Ini kebijakan dari MBG pusat. Semua SPPG tutup sementara di akhir tahun karena dananya harus dihabiskan dan dinolkan, tutup buku," terangnya.
Di wilayah binaannya, dia menaungi enam SPPG yang tersebar di beberapa titik, termasuk daerah pelosok seperti lereng Merapi di Kecamatan Dukun. Program MBG, menurutnya, memang dirancang menjangkau wilayah terpencil agar manfaatnya merata.
Salah satu SPPG yang ikut menghentikan operasional sementara adalah SPPG Banaran. Dapur ini selama beroperasi melayani sekitar 3.000 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMK, madrasah, hingga pondok pesantren.
Dari sisi penerima manfaat, pihak sekolah telah menerima pemberitahuan terkait penghentian sementara tersebut. Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Pendem, Sab’atun Lailiyah mengatakan, sekolahnya menerima layanan MBG dari SPPG Banaran sejak 9 September hingga 15 Desember 2025.
Di MI Ma’arif Pendem, sebanyak 122 siswa menjadi penerima manfaat program MBG. Selama berjalan, program tersebut mendapat respons positif dari siswa. "Anak-anak senang. Mayoritas suka karena makanannya terukur gizinya, ada ahli gizinya juga," sambungnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo