Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Magelang Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Masyarakat Diminta Ikut Berperan

Naila Nihayah • Rabu, 19 November 2025 | 06:45 WIB

 

PAPARAN: Bupati Magelang saat membuka sekaligus memberikan arahan pada acara FGD Sosialisasi SE 2026 di Pendopo Setda Kabupaten Magelang, Selasa (18/11),
PAPARAN: Bupati Magelang saat membuka sekaligus memberikan arahan pada acara FGD Sosialisasi SE 2026 di Pendopo Setda Kabupaten Magelang, Selasa (18/11),
 

MUNGKID — Pemkab Magelang mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat, pelaku usaha, dan instansi pemerintah. Itu supaya capaian SE bisa maksimal.

 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, sensus yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut akan menjadi pijakan penting dalam memotret kondisi riil perekonomian daerah. Dia menyebut, sensus ekonomi sebagai momentum strategis untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi, termasuk peta kontribusi tiap sektor terhadap pembangunan.

 Baca Juga: Usai Insiden Keracunan di Lima Sekolah di Bantul, DLH Bakal Mengecek Limbah Makanan di SPPG Setempat. Ini Tujuannya..

Data hasil sensus, kata dia, menjadi fondasi pembuatan kebijakan ekonomi, baik nasional maupun daerah. "Tanpa data yang akurat, kebijakan sulit tepat sasaran dan sulit mendongkrak daya saing maupun ketahanan ekonomi masyarakat," ujarnya, Selasa (18/11).

 

Grengseng menekankan, Kabupaten Magelang memiliki lanskap ekonomi yang sangat beragam. Menurutnya, keragaman tersebut perlu diikuti dengan basis data yang kuat agar pemerintah mampu mengidentifikasi sektor prioritas, memetakan peluang investasi, hingga menyiapkan infrastruktur penunjang pertumbuhan jangka panjang.

 Baca Juga: Pemilihan OSIS Kesempatan Mengenal Demokrasi, KPU Magelang Pesan Kenali Visi-Misi dan Rekam Jejak, Bukan Ikut Teman

Dia juga mengimbau seluruh pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar untuk memberikan data secara jujur dan lengkap. Ia memastikan perlindungan kerahasiaan informasi tetap menjadi prinsip utama, sesuai amanat UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

 

"SE 2026 bukan sekadar agenda BPS. Ini adalah kepentingan bersama. Partisipasi semua pihak akan menentukan arah kemandirian ekonomi kita," tegasnya.

 

Kepala BPS Kabupaten Magelang Kus Haryoto menjelaskan, SE 2026 merupakan sensus ekonomi kelima sejak pertama kali digelar. Sensus ini akan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi nonpertanian. Termasuk profil usaha, struktur ekonomi, perkembangan ekonomi digital, hingga dinamika ekonomi berbasis lingkungan.

 Baca Juga: PSIM Siap Hadapi Laga Kandang Kontra Bhayangkara FC, Van Gastel Tegaskan Tak Ada Pertandingan yang Mudah

Dia menilai, data tersebut sangat bermanfaat bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga investor untuk merumuskan perencanaan berbasis data dan menilai sektor ekonomi yang memiliki daya saing tinggi.

 

"Dengan data sensus, kita bisa membaca sektor unggulan, mengukur kinerja ekonomi daerah, dan memotret peluang pengembangan usaha secara lebih presisi," jelasnya.

 

Sebagai bagian dari inovasi layanan, BPS Kabupaten Magelang telah meluncurkan aplikasi Android SIKMA yang dapat diunduh melalui Playstore. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses data statistik daerah secara lebih cepat dan terbuka.

 

"Inovasi ini kami hadirkan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi. Transparansi data adalah kunci meningkatkan literasi dan kepercayaan publik," kata Kus. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#bps #Sensus Ekonomi 2026 #bupati magelang #se #Grengseng Pamuji