Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Tahun, Dua TPA Kebumen Akan Penuh, DPRD Minta Langkah Konkret Tangani Sampah

Muhammad Hafied • Senin, 13 Oktober 2025 | 03:00 WIB
PROSES PEMBERSIHAN: Petugas DLHKP Kebumen mengangkut sampah di wilayah perkotaan. Sampah tersebut kemudian dibuang ke TPA Kaligending, Karangsambung.
PROSES PEMBERSIHAN: Petugas DLHKP Kebumen mengangkut sampah di wilayah perkotaan. Sampah tersebut kemudian dibuang ke TPA Kaligending, Karangsambung.

KEBUMEN - DPRD Kebumen meminta jajaran eksekutif berpikir lebih terukur dan komperehensif dalam mengurai persoalan sampah. Dia tak ingin sampah menjadi permasalahan menahun jika tidak ditangani secara serius. Apalagi dua tempat pembuangan akhir (TPA) terbesar di Kebumen diproyeksi akan penuh (overload) dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Ketua DPRD Kebumen Saman menyampaikan, persoalan sampah tidak lagi menyangkut perihal kesehatan. Tetapi memiliki dampak lebih besar. Salah satunya ancaman bencana hingga konflik sosial.

 Baca Juga: Bekuk Kendal Tornado FC 3-1 di Kandang, PSS Sleman Perpanjang Rekor dengan Lima Kemenangan Beruntun

Kondisi ini memaksa seluruh komponen, utamanya dinas teknis perlu berbuat lebih keras dalam menyelesaikan persoalan sampah. "Harus menjadi perhatian. DPRD tidak ingin, ketika sampah numpuk ada dampak macam-macam," kata Saman kepada Radar Jogja Minggu (12/10).

Menurut Saman, penanganan sampah tidak bisa dilakukan dengan cara biasa atau konvensional. Yakni hanya dengan mengandalkan proses pembuangan di TPA. Sedangkan daya tampung TPA sekarang juga cukup terbatas.

 Baca Juga: Prediksi Lithuania vs Polandia Kualifikasi Piala Dunia Senin 13 Oktober Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Oleh karena itu, butuh inovasi jitu supaya sampah tidak menumpuk di TPA. "Komisi B, sudah cek ke TPA Kaligending. Permasalahannya, kalau tetap dipaksakan buang ke sana terus bisa muncul persoalan baru," ungkapnya.

Saman menegaskan, sampah perlu ditangani serius. Mulai dari hulu ke hilir. Bahkan diharapkan pengelolaan sampah tidak sekadar berorientasi pada lingkungan. Melainkan juga membawa dampak manfaat ekonomi. "Walaupun ada rasionalisasi anggaran, kami tetap beri perhatian untuk penanganan sampah," tegas politisi PKB itu.

 Baca Juga: Bermodal Pistol Mainan, Dua Pria Rampas Handphone Milik Karyawan Sebuah Konter di Wirobrajan Kota Jogja

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen Teguh Kristiyanto menyampaikan, berbagai cara akan dilakukan agar penanganan sampah di Kebumen lebih optimal. Terkait alokasi anggaran daerah untuk mengurai persoalan sampah menurutnya saat ini sudah lebih dari cukup.

 

Bahkan pada tahun depan dinas diberi alokasi tambahan anggaran lebih. "Untuk sampah dan kebersihan setiap tahun sekitar Rp 7 miliar sampai Rp 8 miliar. Akselerasi pengelolan sampah kami ada tambahan sekitar Rp 6 miliar," rincinya.

 Baca Juga: Pemprov DIY Akan Menertibkan Becak Motor di Malioboro, Begini Tanggapan Paguyuban Tukang Becak

Teguh menyebut, beberapa program unggulan pengelolaan sampah di Kebumen sudah mulai berjalan. Terbaru, pemkab telah meluncurkan program pemanfaatan sampah kering dengan metode refuse devired fuel (RDF). Hasilnya, olahan RDF ini bakal dijadikan bahan bakar industri pengganti batu bara di Cilacap. 

 

Selain itu, sampah yang berada di TPA juga telah diolah menjadi bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari gas metana. Dengan cara ini diharapkan menjadi solusi mengurangi tumpukan sampah. "Ke depan, TPA menerima sampah organik. Kami jadikan gas metana sama pupuk. Non organik dijadikan RDF," kata Teguh. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan #Tempat Pembuangan Akhir (TPA) #kebumen #dprd kebumen #persoalan sampah #Sampah #dlhkp