KEBUMEN - Sejumlah orang tua siswa di Kebumen menyatakan penolakan seiring bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penolakan ini muncul mengingat maraknya kasus keracunan massal di berbagai daerah, termasuk yang sempat terjadi di wilayah Kecamatan Petanahan belum lama ini.
Seperti diungkapkan Marifatun yang anaknya sekolah di salah satu madrasah di Kecamatan Petanahan. Ia mengaku was-was dengan makanan disajikan dalam menu MBG. Selain itu, ia juga keberatan jika anaknya terus mengonsumsi menu MBG.
"Khawatir banget. Soalnya sudah banyak kasus. Kalau bisa dihentikan saja," kata dia kepada Radar Jogja, Senin (29/9).
Perempuan 40 tahun itu meminta pemerintah segera mencari alternatif agar pelajar yang keracunan MBG tidak terus bertambah. Marifatun pun mengusulkan, program tersebut dialihkan berupa bantuan uang tunai.
Dari uang tersebut orang tua dapat leluasa menyajikan hidangan untuk anak tanpa harus merasa khawatir. "Lebih baik dihentikan. Mending diganti uang saja supaya tidak ada korban lagi," pintanya.
Orang tua lain, Seftiayunisa merasakan kekhawatiran yang sama. Ia tak ingin anak semata wayangnya menjadi korban keracunan MBG. Oleh karena itu, butuh ditata ulang agar kasus keracunan tidak kembali terulang.
"Misal terus-terusan seperti ini. Jangan ada MBG. Siapa yang mau tanggungjawab kalau berakibat fatal?," ungkapnya.
Ia mencermati, anggaran pemerintah yang dikeluarkan demi bergulirnya program MBG cukup fantastis. Belum lagi, menu yang disajikan terkadang tidak sesuai ekpektasi. Artinya cukup disayangkan ketika program tersebut tidak membawa manfaat, justru berujung petaka bagi masyarakat.
Ia meminta pemerintah membuka diri dengan mendengarkan keluhan dari masyarakat. "Bagi saya lebih bermanfaat buat tabungan pendidikan ke depan. Biaya sekolah sampai kuliah sekarang semakin mahal. Itu yang lebih tepat perlu difikirkan," ujar perempuan 29 tahun itu.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman telah meminta seluruh pihak yang bersinggungan langsung dengan program MBG untuk berbenah diri. Dia mendorong adanya evaluasi program MBG karena sejauh ini masih rentan terjadi keracunan.
DPRD, kata dia, akan ikut mengawasi melalui monitoring lapangan agar program tersebut berjalan sesuai harapan. "Di wilayah Kebumen harus dievaluasi secara keseluruhan. Semua tanpa terkecuali," tegasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo