Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wajah Layanan Publik Perlu Perbaikan, MPP Kota Magelang Harus Jadi Etalase Pelayanan yang Ramah dan Solutif

Naila Nihayah • Kamis, 17 Juli 2025 | 04:00 WIB

 

MONEV: Wali Kota Magelang saat memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi MPP Kota Magelang di Ruang Sidang Lantai 2 Setda Kota Magelang, Selasa (15/7).
MONEV: Wali Kota Magelang saat memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi MPP Kota Magelang di Ruang Sidang Lantai 2 Setda Kota Magelang, Selasa (15/7).

MAGELANG - Keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Magelang masih perlu diperbaiki. Dikenal sebagai wajah utama pelayanan publik, MPP diharapkan menjadi etalase terbaik pelayanan Pemkot Magelang. Namun, di balik label 'garda depan' layanan masyarakat ini, berbagai persoalan mendasar masih menghantui kinerja pelayanan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang Susilowati mengatakan, ada sejumlah persoalan krusial yang selama ini menjadi hambatan dalam memberikan layanan optimal. Tantangan utama MPP bukan hanya pada kualitas layanan. Tapi juga aspek pendukung yang belum memadai.

Dia mencontohkan, ada masalah jaringan listrik yang sering tidak stabil. Kemudian, keterbatasan anggaran perawatan khusus MPP dan kedisiplinan petugas yang masih belum konsisten dalam memberikan pelayanan tepat waktu. "Itu menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan," ujar Susilowati di Ruang Sidang Setda Kota Magelang Selasa (15/7)

Meski demikian, dari sisi kepuasan pengguna layanan, MPP Kota Magelang masih menunjukkan performa yang cukup baik. Indeks Kepuasan Masyarakat semester I 2025 mencatat predikat A, berdasarkan survei terhadap 2.319 responden. Bahkan saat ini, terdapat 36 gerai layanan yang tergabung dalam MPP Kota Magelang.

Namun, Susilowati juga menyoroti tren penurunan jumlah pengunjung dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, tercatat 11.274 pengunjung, melonjak ke 36.665 orang di 2023, dan kembali turun menjadi 30.298 orang pada 2024. Hingga pertengahan 2025, kunjungan baru menyentuh angka 13.185 orang.

Penurunan pengunjung ini, kata dia, praktis harus dievaluasi lebih dalam. "Apakah karena digitalisasi layanan atau karena ada faktor kenyamanan yang belum optimal," lontarnya.

Susilowati menyebut, sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan, DPMPTSP terus mendorong inovasi layanan. Termasuk pengembangan gerai nikah sebagai layanan baru yang dihadirkan di MPP Kota Magelang.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, MPP merupakan wajah dari kualitas pelayanan pemerintah kota. Dia menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang lebih ramah, cepat, dan solutif di lingkungan MPP.

"MPP adalah tampilan muka Kota Magelang, garda depan pelayanan publik. Pelayanan harus nyaman, smart, cepat, dengan etika yang baik kepada masyarakat," tegas Damar.

 

Damar juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam pelaksanaan SOP di seluruh gerai MPP. Dia mengaku prihatin karena meskipun MPP Kota Magelang berhasil menembus peringkat 112 nasional dengan kategori Baik, masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan.

Terlebih, lanjut dia, era pelayanan publik sudah berubah dan masyarakat semakin kritis. Pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan prosedur. "Yang benar pun bisa dianggap salah bila komunikasi buruk. Kita harus hadir dengan pelayanan yang jelas, ramah, dan mengedukasi masyarakat," katanya.

Menurutnya, tantangan utama pelayanan publik saat ini adalah memastikan layanan tetap relevan dan memuaskan di tengah ekspektasi masyarakat yang terus meningkat. Damar mengajak seluruh instansi dan mitra gerai di MPP untuk memperkuat komitmen pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#MPP Kota Magelang #Mal Pelayanan Publik (MPP) #Pemkot Magelang #pelayanan #pelayanan publik #Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) #Kota Magelang