MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mengusulkan perpanjangan rute Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng untuk koridor 3. Saat ini, koridor tersebut melayani rute Stasiun Kutoarjo sampai Terminal Borobudur. Usulan perpanjangan diarahkan hingga Terminal Muntilan guna memperluas jangkauan layanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang Imam Basori mengutarakan, usulan tersebut telah dikoordinasikan kepada Dishub Provinsi Jawa Tengah. Selain perpanjangan koridor, pemkab juga mengajukan pembukaan dua koridor baru.
"Dua koridor tersebut antara lain Temanggung – Secang – Magelang – Borobudur serta Kaliangkrik – Bandongan – Magelang – Borobudur (via Kalinegoro)," bebernya, Minggu (6/7).
Baca Juga: Puluhan Ribu Peserta Ikut UM UGM, Kampus Pastikan Akses Setara bagi Calon Mahasiswa Difabel
Kepala Bidang Angkutan, Dishub Kabupaten Magelang Arif Muntoha mengatakan, ketiga koridor itu merupakan bagian dari hasil studi kelayakan yang dilakukan Dishub Provinsi Jawa Tengah pada 2018. Antara lain koridor 1 yakni Terminal Secang – Terminal Tidar – Artos Mall – Blondo – Terminal Borobudur.
Kemudian, koridor 2 yakni Terminal Secang – Terminal Temanggung dan koridor 3 yakni Terminal Borobudur – Stasiun Kutoarjo. Dari ketiga koridor itu, baru koridor 3 yang telah terealisasi dan sudah beroperasi.
"Operasionalnya ditandai dengan peluncuran 14 unit BRT oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo, pada 1 September 2020 di Pendopo Kabupaten Purworejo," lontarnya.
Baca Juga: Mas-Mas Pelayaran Kini Jadi Tersangka dan Ditahan, Polisi Juga Tetapkan Dua Orang dalam Kasus Perusakan
Dia mengatakan, pengoperasian BRT Trans Jateng rute Borobudur–Kutoarjo bertujuan mendukung pengembangan pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.
Diharapkan, angkutan umum ini mempermudah akses wisatawan maupun warga lokal menuju kawasan tersebut.
Dengan BRT ini, kata dia, warga Magelang yang hendak naik kereta api ke Jakarta atau Jogja, tidak perlu ke Stasiun Tugu Jogja. Cukup turun di Stasiun Kutoarjo, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan BRT ke Borobudur, atau sebaliknya.
"Ini bisa menghemat waktu sekitar satu jam perjalanan," jelas Arif.
Terlebih, jarak antara Borobudur dan Kutoarjo sekitar 50 kilometer (km), dilayani oleh armada BRT jenis low deck dengan kapasitas 21 kursi dan sembilan penumpang berdiri dalam kondisi normal. Armada ini dilengkapi AC penuh untuk kenyamanan penumpang.
Baca Juga: Diklaim Efektif, Trash Barrier Sungai Kota Jogja Bakal Ditambah Lima Titik, Ini Lokasinya
Dia menyebut, sebanyak 14 unit BRT dioperasikan itu terdiri dari tujuh unit dari Terminal Borobudur dan tujuh dari Stasiun Kutoarjo, dengan interval keberangkatan setiap 20 menit.
Jam operasionalnya dimulai pukul 05.00 hingga 19.00, dengan tarif flat Rp 4 ribu per penumpang, baik untuk jarak dekat maupun jauh.
Arif menambahkan, BRT ini tidak menaikkan atau menurunkan penumpang di sembarang tempat. Melainkan hanya di halte-halte resmi yang telah disediakan khusus untuk layanan Trans Jateng. (aya)