KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 2,5 miliar untuk para petani tembakau. Bantuan tersebut diambil dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan, penyaluran bantuan DBHCHT untuk kalangan petani merupakan agenda rutin pemkab. Langkah ini menjadi wujud konkret pemerintah untuk memastikan dukungan terhadap petani. "Langkah ini menjadi bagian kesejahteraan yang menjadi cita-cita bersama," kata Lilis saat penyerahan bansos DBHCHT di Pendopo Kecamatan Prembun Rabu (25/6).
Baca Juga: Bupati Kebumen Lilis Nuryani Akan Dibasuh Air Tujuh Sumur pada Ruwat Kabumian, Tepat Malam 1 Sura
Bansos bersumber dari DBHCHT ini menyasar 2.140 petani tembakau. Mereka tersebar di 10 kecamatan. Adapun setiap petani menerima total bantuan senilai Rp 1,2 juta untuk alokasi empat bulan.
Bantuan tersebut disalurkan setelah melalui berbagai tahapan verifikasi data dari dinas terkait. "Saya titip, gunakan bantuan sebaik mungkin," pesan Lilis.
Bantuan, diharapkan tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi juga dialokasikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. "Saya tahu menjadi petani bukan pekerjaan mudah, tapi saya yakin petani adalah sosok tangguh. Pahlawan ketahanan pangan," ucapnya.
Baca Juga: Pelaksanaan SPMB Hari Pertama di SMAN 3 Jogja, Kuota 251 Siswa, Pandaftar Sudah 249
Sementara itu, Kades Sidogede, Prembun Sunarto mengatakan, pemberian bansos DBHCHT menjadi angin segar bagi petani. Bantuan tersebut cukup dirasakan manfaatnya di tengah lesunya kondisi perekonomian. "Warga desa saya ada sekitar 100 penerima. Ini sangat membantu sekali untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Tahun ini, Pemkab Kebumen menerima alokasi anggaran DBHCHT mencapai Rp 19,2 miliar. Dana transfer dari pemerintah pusat tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 7 miliar dari tahun sebelumnya senilai Rp 12,8 miliar.
Anggaran ini dialokasikan untuk beberapa program kegiatan. Seperti jaring pangaman sosial, pembenahan infratsruktur, hingga merambah sektor kesehatan. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita