MUNGKID - Sejumlah petani di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, menikmati hasil panen yang menggembirakan. Harga gabah hasil panen mereka menembus angka Rp 7 ribu per kilogram (kg). Naik Rp 500, dari sebelumnya Rp 6.500 per kg. Angka itu praktis memberikan keuntungan signifikan dan mendorong peningkatan pendapatan petani.
Petani asal Salamkanci, Bandongan Darsih, 58 mengatakan, gabah tersebut biasanya ditampung langsung oleh para pengepul atau tengkulak. Sehingga petani tidak perlu menyimpan hasil panen dalam waktu lama sembari menunggu harga naik.
Sistem ini, kata dia, memberikan kepastian pasar dan membantu petani menyiapkan modal untuk masa tanam berikutnya. Sementara harga gabah basah saat ini Rp 7 ribu per kg jenis mentik wangi yang pulen. "Keuntungannya lumayan, setelah dipotong biaya upah, pestisida, traktor, dan pupuk," ujarnya Selasa (17/6).
Darsih bersama kelompok petani lainnya menanam padi varietas mentik wangi super di lahan seluas puluhan hektare. Gabah hasil panen kali ini seluruhnya telah dipesan oleh pedagang langganan.
Dia mengatakan, musim tanam kedua tahun ini berjalan cukup baik. Serangan hama seperti tikus dan wereng relatif minim, sehingga produktivitas meningkat. Volume hasil panen yang tinggi juga berbanding lurus dengan harga jual gabah kering maupun basah yang kini berada di kisaran Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kg.
Berdasarkan data, Kecamatan Bandongan memiliki luas sawah mencapai 2.602 hektare, dengan total luas tanam per tahun sekitar 4.864 hektare. Produktivitas rata-rata padi di wilayah ini mencapai 5,72 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang Arifan Sasongko menyebut, secara keseluruhan, luas areal sawah di wilayahnya mencapai 25.268 hektare. Dari luasan tersebut, rerata produktivitas GKP berada di angka 6,3 ton per hektare.
Kemudian, lahan sawah tersertifikasi organik mencapai 1.681 hektare. "Itu tersebar di Kecamatan Kaliangkrik, Salaman, Bandongan, dan Tempuran. Ke depan, akan terus kami dorong pengembangan pertanian organik," paparnya.
Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang mendukung, harga jual yang tinggi, serta jaminan pasar, musim panen tahun ini menjadi momentum positif bagi petani Magelang. Terutama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan memperluas praktik pertanian berkelanjutan. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita