KEBUMEN - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen akan menggelar pelatihan bahasa jepang bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Pelatihan tersebut dibuka untuk calon pekerja migran yang berada di 91 desa kategori miskin ekstrem.
Kepala Disnaker Kebumen Budhi Suwanto mengatakan, pelatihan bahasa Jepang menjadi salah satu persiapan sebelum mengikuti program magang kerja.
Diharapkan dari pelatihan ini peserta dapat memiliki kemampuan dan kecapakan berbahasa Jepang sebelum memasuki dunia kerja.
“Skill berbahasa Jepang ini akan jadi fondasi. Bekal mereka kelak sebelum bekerja,” ucapnya Rabu (11/6).
Budhi mengatakan, program pelatihan bahasa Jepang ini sejalan dengan pengentasan kemiskinan. Tujuannya agar masyarakat yang berada di kantong kemiskinan memiliki modal cukup dalam tata bahasa sebelum bekerja di Jepang.
Dia menjelaskan, pelatihan tersebut akan berlangsung dengan menggandeng narasumber kompeten. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan mengenal kebiasaan atau budaya negeri Sakura sebagai modal beradaptasi.
Dalam pelatihan tersebut peserta juga diberi sertifikat sebagai tanda telah megikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Masih proses pendaftaran. Dimulai akhir bulan ini,” jelas Budhi.
Lebih lanjut, di tahun ini Disnaker Kebumen mencanangkan beberapa program pelatihan. Seperti pelatihan menjahit, olah makanan, komputer, serta caregiver atau perawat lansia.
Disnaker, kata Budhi, juga membuka kerjasama dengan BBPVP (Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) yang berada di Semarang.
“Banyak program terkait upaya pengurangan angka pengangguran. Kami ikut juga program di BBPVP,” katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo