KEBUMEN - Jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah, pande besi di Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng mulai kebanjiran order. Mereka sibuk melayani permintaan pembuatan golok dan pisau untuk kebutuhan mengolah hewan kurban.
Seorang pande besi Hasim Siahaan mengungkapkan, banyaknya pesanan sebenarnya sudah dari awal bulan ini. Namun, tren peningkatan pesanan golok maupun pisau mulai dirasakan sejak sepekan terakhir.
"Hari normal paling banyak produksi cangkul sama sabit. Sekarang alat buat kurban," terangnya, Minggu (25/5).
Hasim memprediksi, permintaan perkakas untuk kebutuhan kurban akan terus meningkat jelang perayaan Idul Adha. Permintaan juga tidak hanya datang dari wilayah Kebumen, melainkan luar daerah.
Selain produksi baru, bengkel yang dia kelola juga banyak menerima permintaan reparasi golok.
Saat ini, lanjut pria 47 tahun itu, dalam sehari dia mampu produksi sedikitnya 20 jenis alat untuk kebutuhan kurban. Adapun harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung jenis bahan dan ukuran.
"Kalau harga lihat model sama bahan. Yang bagus bisa ratusan ribu. Tapi kebanyakan pakai bekas per," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Purwodeso Riyanto menyatakan, aktivitas bengkel pande besi mulai ramai seiring permintaan pasar jelang Hari Raya Idul Adha.
Dia mencatat per hari ini masih ada sekitar 25 bengkel pande besi yang tertap bertahan secara turun menurun.
"Konsumen dan pelanggan masih percaya. Bakul dari luar daerah juga datang kesini," ucapnya.
Dia pun bersyukur desanya masih dikenal menjadi sentra bengkel pande besi. Riyanto mengungkapkan, selama ini keberadaan bengkel pande besi terbukti menjadi salah satu penopang perekonomian warga.
"Hitungan sebulan, warga sudah persiapan buat alat macam-macam kaitan kurban," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo