MUNGKID - Ratusan pengurus masjid di Kabupaten Magelang mendapat pelatihan juru sembelih halal (juleha). Kegiatan ini sebagai upaya untuk menyiapkan para juru sembelih agar semakin paham dan terampil menyembelih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan Miftahudin mengutarakan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga supaya dapat mempraktikkan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Mereka juga diperkenalkan tata cara pengelolaan daging kurban yang baik dan benar.
Adapun materi yang diberikan berupa cara mengetahui hewan yang baik dan sehat, menyiapkan peralatan penyembelihan, dan tali temali. Kemudian, teknik menyembelih yang benar, menetapkan status kematian hewan, hingga pengulitan hewan yang sudah disembelih.
Selain memberikan materi, peserta pelatihan juga diajak praktik penyembelihan dengan menggunakan seekor kambing. Pelatihan semacam ini dapat dilakukan kontinyu supaya warga benar-benar paham. "Sehingga (proses kurban) bisa berjalan dengan baik, dapat memberikan hasil halal. Itu yang paling pokok," lontarnya, Selasa (20/5).
Di sisi lain, kata dia, melalui pelatihan tersebut harapannya semakin banyak warga yang memiliki kemampuan menyembelih hewan kurban sesuai syariat Dengan begitu, dapat menghasilkan masakan daging yang baik, sehat, dan halal.
Praktisi Juleha Kabupaten Magelang Rahmat Abdul Gani menambahkan, juru sembelih juga harus mengetahui ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan layak disembelih. Menurutnya, ciri-ciri hewan kurban seperti itu dapat dilihat dari segi fisik. Seperti tidak cacat, tidak buta, dan tidak pincang.
Tidak hanya itu, lanjut dia, juru sembelih juga harus menyiapkan peralatan standar, seperti pisau tajam maksimal, tali, dan lainnya. Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan diri atau pribadi masing-masing juru sembelih dengan niat ikhlas beribadah. "Bukan hanya kehebatan skill-nya atau ketajaman pisaunya, tapi kita menyembelih karena Allah semata," katanya.
Rahmat juga berpesan agar juru sembelih mengerti dasar teknik merobohkan atau merebahkan hewan kurban yang benar. Hal itu dilakukan agar hewan yang akan disembelih tidak merasa disakiti. "Kemudian, terpenting adalah proses penyembelihan menggunakan pisau tajam maksimal agar menyembelih tidak terlalu lama," imbuhnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo