MAGELANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang merilis hasil uji laboratorium terhadap 100 sampel menu takjil, aneka camilan, serta kue Lebaran. Hasilnya, tiga persen sampel makanan mengandung bahan berbahaya. Sementara 97 persennya dinyatakan layak konsumsi.
Kepala Dinkes Kota Magelang Istikomah mengutarakan, dari hasil penelusuran, tiga persen makanan itu berasal dari luar daerah.
Seperti lanting merah yang mengandung rhodamin B. Lalu, camilan cakar ayam dan jamur goreng positif mengandung boraks.
Dia menyebut, pengujian sampel dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan makanan dari bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya, dengan parameter uji kimia makanan.
Meliputi formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.
Sampel makanan yang diuji laboratorium tersebut, kata dia, dikumpulkan dari beberapa toko oleh-oleh, swalayan, pasar takjil. Sampel pun diambil secara acak.
"Tindak lanjutnya, pertama, makanan dengan hasil aman dari BTP berbahaya akan dilakukan penempelan stiker keamanan pangan di toko/kios, gerobak penjaja makanan," katanya, Selasa (25/3/2025).
Selanjutnya, sampel makanan yang positif mengandung BTP berbahaya, dilakukan pembinaan dan komunikasi informasi edukasi keamanan pangan (KIE) bersama instansi terkait.
Serta penandatanganan berita acara komitmen untuk tidak menjual kembali produk tersebut atau menariknya dari peredaran.
Kegiatan ini, lanjut dia, dalam rangka pembinaan dan pengawasan makanan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Rangkaiannya meliputi pengawasan izin edar makanan, masa kadaluarsa, serta sampling dan pengujian makanan.
"Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan untuk menjaga mutu dan keamanan pangan yang beredar di Kota Magelang," bebernya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selektif sebelum membeli.
"Masyarakat harus lebih selektif lagi dalam memilih makanan, lihat tanggal kedaluwarsa dan kandungan gizi dalam makanan," imbuh dia.
Istikomah juga meminta agar masyarakat menerapkan lima kunci keamanan pangan.
Yakni menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan pangan matang, serta memasak dengan benar.
Lalu, menjaga suhu aman serta menggunakan air dan bahan baku yang aman. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin