Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meriah! Diarak Iringan Pasukan Bregada, Tiga Pengunjung Candi Borobudur Asal Australia dan Amerika Serikat Ikut Rebutan Gunungan

Naila Nihayah • Senin, 13 Januari 2025 | 23:06 WIB

 

DIPEREBUTKAN: Pengunjung Candi Borobudur memperebutkan gunungan hasil bumi di area Concourse, Senin (13/1/2025).
DIPEREBUTKAN: Pengunjung Candi Borobudur memperebutkan gunungan hasil bumi di area Concourse, Senin (13/1/2025).

MUNGKID - Tiga pengunjung terpilih Candi Borobudur diarak dengan iring-iringan pasukan bregada, penari edan-edanan, dan dua gunungan hasil bumi.

Ketiga pengunjung yang berasal dari Australia dan Amerika Serikat tersebut dipilih secara acak di area maingate.

Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung di hari ulang tahun (HUT) ke-3 InJourney Destination Management (IDM).

Di area Plaza Dalam, pasukan bregada berjajar menyambut kedatangan para pengunjung dengan tariannya.

Mereka disambut oleh hangat oleh jajaran IDM dan diberi kain wastra nusantara, lalu diarak menuju area Concourse.

Begitu sampai, ketiganya mendapat cendera mata berupa botol tumbler.

Lantas, ketiga pengunjung itu juga diajak dalam sesi rebutan dua gunungan berupa hasil bumi, yakni buah dan palawija.

Tidak hanya ketiganya, pengunjung Candi Borobudur lain juga berebut gunungan itu. Ada yang mendapat buah naga, jeruk, salah, hingga mentimun dan sawi.

Pengunjung asal Australia Moinur Rahman mengaku senang dengan penyambutan yang dilakukan oleh IDM.

Dia bersama temannya, Ishak Howlader tidak menyangka akan mendapat kejutan dan sambutan yang meriah.

Dia sudah berkunjung ke 26 daerah di Indonesia, namun baru kali ini mendapat sambutan dan pengalaman meriah.

Bahkan, saat diarak bersama pasukan bregada, penari edan-edanan, dan gunungan, dia menyempatkan diri untuk memberi kabar kepada keluarganya melalui panggilan video.

"Saya menunjukkan apa yang terjadi di sini. Apalagi orang-orang di sini sangat ramah dan saya mendapat pengalaman luar biasa," ujar pengunjung asli Bangladesh itu.

Menurutnya, Candi Borobudur tidak sekadar bangunan semata. Tetapi menyimpan cerita sejarah tentang peradaban umat Buddha di Indonesia dan dunia.

Keberadaan candi itu, kata dia, menunjukkan bahwa orang Indonesia sangat menghargai budaya dan agama yang beragam.

DIPEREBUTKAN: Pengunjung Candi Borobudur memperebutkan gunungan hasil bumi di area Concourse, Senin (13/1/2025).
DIPEREBUTKAN: Pengunjung Candi Borobudur memperebutkan gunungan hasil bumi di area Concourse, Senin (13/1/2025).

Dia pun bakal mengajak keluarganya untuk berkunjung ke Candi Borobudur.

Sementara itu, Legal Group Head InJourney Destination Management (IDM) Destantiana Nurina menuturkan, kegiatan ini merupakan rangkaian HUT ke-3 IDM.

Penyambutan dan pemberian apresiasi ini bukan sekadar seremoni saja, tetapi juga menjadi cara lain IDM untuk memberikan pengamanan unik dan menarik kepada pengunjung.

Selain itu, juga dapat memperkaya wawasan pengunjung tentang pentingnya menjaga warisan budaya dunia Candi Borobudur.

Dia menyebut, tiga pengunjung itu dipilih secara acak untuk menerima apresiasi tersebut.

Dua pengunjung dari Australia dan satu lainnya dari Amerika Serikat.

"Pengunjung diarak dengan pasukan bregada, diikuti tarian edan-edanan, dan dua gunungan," katanya.

Dia mengatakan, dua gunungan hasil bumi itu merupakan lambang kemakmuran.

Harapannya, IDM dan Taman Wisata Borobudur dapat memberikan kemakmuran dan memberi dampak yang positif terhadap pengunjung maupun warga sekitar Candi Borobudur.

"Tadi ketiga pengunjungnya sangat senang dan menikmati, sampai video call dengan keluarga," imbuhnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Candi Borobudur #InJourney Destination Management #australia #pegunjung #diarak #Mungkid #Amerika Serikat #HUT