KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen meminta agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan seiring memasuki musim penghujan. Hal ini penting karena separuh wilayah Kebumen tergolong rawan bencana. Mulai dari bencana banjir, tanah longsor hingga angin kencang.
BPBD sendiri sejauh ini telah memetakan zona rawan bencana berdasar tingkat risiko. Dari 26 kecamatan di Kebumen, terdapat 24 kecamatan masuk kategori rawan banjir. Selain itu, 20 kecamatan dinyatakan rawan bencana tanah longsor dan 19 kecamatan rawan angin kencang. "Terus kami mengimbau masyarakat untuk waspada. Cermati lingkungan yang sekiranya bisa memicu bencana," jelas Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono, Jumat (8/11).
Dari 20 kecamatan rawan banjir tersebut rata-rata berada di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai. Meliputi Kuwarasan, Adimulyo, Alian, Ayah, Pejagoan, Mirit hingga Ambal. Oleh karenanya, masyarakat diminta ikut menjaga kelestarian sungai dengan cara tidak membuang sampah di sepanjang aliran sungai. "Tolong sampah jangan dilempar ke sungai. Ketika menumpuk nanti bisa mengakibatkan banjir," tandasnya.
Udy tidak memungkiri bencana banjir belakangan ini dipicu akibat tumpukan sampah di aliran sungai. Kondisi ini tentu menghambat derasnya aliran air dari hulu ke hilir. Dampaknya area permukiman warga akan menerima limpahan air akibat aliran sungai tersumbat sampah. "Masyarakat kami ingatkan untuk membuang dan mengelola sampah sebaik-baiknya," jelas Udy.
Sebelumnya, BPBD Kebumen mencatat ada kejadian menonjol berupa terputusnya jembatan akibat diterjang banjir. Jembatan tersebut berada di Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng. Peristiwa ini terjadi karena adanya tumukan sampah yang tersangkut di bagian pilar atau abutment. Sehingga mengganggu aliran air sungai dari hulu dan menyebabkan tergerusnya struktur bangunan jembatan.
Atas kejadian ini jembatan berukuran sekitar 12x4 meter tersebut putus total. Separuh struktur bangunan jembatan runtuh karena tak mampu membendung derasnya banjir. Putusnya jembatan ini juga menganggu akses warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Sementara itu, anggota DPRD Kebumen Y Anifudin meminta BPBD mengerahkan seluruh kemampuan untuk upaya pencegahan bencana. Apalagi cuaca belakangan ini sedang ekstrem. Dia juga mengajak seluruh komponen untuk memiliki kesadaran terhadap penanggulangan bencana. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko manakala terjadi bencana. "Sekarang waktunya BPBD kerja keras. Bantuan logistik dan peralatan harus disiapkan semua. Jangan sampai kelabakan pas ada bencana," terang Anifudi. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo