KEBUMEN - Proses revitalisasi Alun-alun Pancasila tampaknya membawa banyak perubahan di berbagai aspek. Mulai dari kebersihan hingga kenyamanan di area publik itu sendiri. Hal kecil yang bisa dirasakan masyarakat kini adalah kondisi pohon beringin di tengah alun-alun tak lagi bau pesing.
Seperti diungkapkan warga Gombong, Partimin. Menurutnya, terdapat perbedaan cukup mencolok pasca-pemugaran alun-alun. Termasuk di area pohon beringin yang dulunya terkenal dengan bau tak sedap.
"Dulu waktu masih ada pagar muter. Bau pesing minta ampun. Sering juga ditemukan botol miras sama kondom," ucapnya, Jumat (11/10).
Saat ini, lanjut dia, area pohon beringin yang berada di tengah alun-alun sudah cukup representatif. Masyarakat kini bisa leluasa beraktifitas di area tersebut. Berbeda halnya ketika sebelum dipugar yang kondisnya terlihat kumuh.
Baca Juga: Mengenal Buku Paling Kontroversial, Misteri Kitab Malleus Maleficarum
"Lebih terbuka ya. Enak buat nongkrong. Buat foto juga bagus," ungkapnya.
Warga lain Madgalena, 25, melihat kondisi alun-alun sekarang sudah semakin bersih dan tertata. Banyak fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat selain lintasan lari atau joging track yang baru saja selesai pengerjaan.
"Sudah oke sih. Banyak spot foto menarik. Cari jajan tidak susah karena ada tempat sendiri," jelasnya.
Kendati begitu, ia melihat masih ada beberapa yang perlu dibenahi. Seperti kondisi rumput dan lampu penerangan yang berada di dalam maupun luar area alun-alun. "Misal rumputnya hijau pasti asyik dilihat. Terus, pas malam masih lumayan gelap sih. Harusnya ada lampu yang nyala mirip di stadion," ujarnya.
Seperti diketahui, tahun ini Pemkab Kebumen terus menggenjot pembangunan wilayah kota. Adapun anggaran yang dikucurkan senilai Rp 9,8 miliar yang fokus untuk pengerjaan revitalisasi alun-alun serta beberapa ruas jalan penghubung. Pembangunan tersebut dilakukan dengan memperhatikan konsep penataan kota berkelanjutan. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo