PURWOREJO - Pedagang Pasar Kutoarjo terus mendapatkan bantuan usai terdampak kebakaran pada 16 Agustus lalu. Tak hanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo, kali ini, bantuan berasal dari KSPPS TAMZIS Bina Utama. Melalui program Tamzis. Pedagang Pasar Kutoarjo yang bergabung dalam program tersebut mendapatkan keringanan berupa pembebasan sisa pembiayaan.
Salah satu pedagang penerima bantuan yaitu Muhammad Roji, 52. Dia merupakan pedagang mie ayam yang sudah berjualan di Pasar Kutoarjo sejak 1988. Saat kebakaran itu, barang dagangannya habis terbakar. "Saya bersyukur dengan bantuan ini, pinjaman saya bisa tercover dan dibebaskan. Saya jadi lega," tuturnya, Senin (7/10).
Dia mengaku, semenjak kebakaran terjadi dia tidak bisa tidur nyenyak. Sebab, teringat akan pinjamannya yang belum selesai. Jumlah tanggungan besar sekitar Rp 75 juta, untuk modal usaha. “Tapi saya bersyukur karena saya dan anak istri selamat. Senang ada pembebasan pembiayaan," imbuhnya.
Baca Juga: Sungai-Sungai Kecil di Kota Jogja Rawan Banjir saat Musim Hujan, Ini Langkah BPBD Kota Jogja
Kepala Pengurus Tamzis Bina Utama Purworejo Saat Suharto menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa pembebasan sisa pembiayaan pedagang Pasar Kutoarjo. Yaitu, para pedagang yang menjadi anggota Tamzis.
"Ada 18 anggota, totalnya Rp 195 juta yang dibebaskan. Ke depan, anggota tersebut masih bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pinjaman," ujarnya.
Suharto menyebut, dibanding dengan wilayah lain, keanggotaan program Tamzis di Kabupaten Purworejo masih kecil. "Untuk Pasar Banjarnegara saat kebakaran, Tamzis melajukan pembebasan Rp 1,6 miliar. Kemudian, Pasar Wonosobo Rp 1,3 miliar, untuk Pasar Kutoarjo ini kecil sekali," ucap dia.
Sementara, Asisten I, Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Bambang Susilo menyampaikan, peristiwa kebakaran Pasar Kutoarjo yang terjadi beberapa waktu lalu, merupakan musibah yang sangat menyedihkan dan telah memberikan dampak besar bagi para pedagang di Pasar Kutoarjo.
"Namun, di tengah musibah ini, saya sangat terharu dan bangga melihat semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh berbagai pihak," ungkapnya.
Bambang berharap, hal tersebut dapat meringankan beban para korban dan membantu untuk bangkit kembali.
Sekaligus, menjadikan peristiwa kebakaran tersebut menjadi pelajaran berharga untuk senantiasa lebih waspada dan meningkatkan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo