MUNGKID - Ratusan siswa SMA Taruna Nusantara berkumpul di Balairung Pancasila.
Mereka siap mendengarkan ceramah pembekalan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Senin (2/9/2024).
Dia memberikan motivasi dan berbagi kisah kepada para siswa terkait perjalanan kariernya.
AHY datang didampingi sang istri, Annisa Pohan Yudhoyono tiba di SMA Taruna Nusantara sekitar pukul 09.45.
Lantas, berbincang dengan sejumlah petinggi sekolah dan menuju Balairung Pancasila.
Dia merasa gembira dan terharu bisa menginjakkan kaki di almamaternya.
"Saya bersyukur bisa mengenyam pendidikan di kampus yang memang mendedikasikan diri untuk mencetak patriot-patriot bangsa," katanya.
Dia mengaku senang bisa berbincang dengan generasi muda, terutama siswa di SMA Taruna Nusantara.
Menurutnya, wajah almamaternya itu kian bagus. Pun, semangat dan jati dirinya tidak berubah.
Hal itu dibarengi dengan adanya transformasi dan upaya untuk meningkatkan kapasitas diri.
Serta mencetak calon patriot bangsa yang memiliki cita-cita mulia.
AHY menyebut, kesuksesan kariernya hingga menduduki jabatan menteri ini bermula dari SMA Taruna Nusantara.
Dia bangga karena almamaternya menghadirkan pendidikan yang lengkap.
"Kita tidak hanya dibekali pengetahuan dan mengasah intelektual, tetapi juga fisik yang prima. Ekstrakurikulernya juga banyak. Kita dibekali karakter dan kepemimpinan," jelasnya.
Pada ceramah pembekalannya, dia juga menyampaikan soal lima klaster C.
Pertama, courage atau keberanian dan confidence atau kepercayaan diri.
Artinya, setiap siswa harus berani dalam mengambil inisiatif, mengambil risiko, serta menghadapi keputusan yang sulit.
Selain itu, untuk membangun kapasitas haruslah diawali dengan kepercayaan diri.
Namun, lanjut dia, rasa percaya diri tidak datang dengan sendirinya.
Hal itu bisa dibarengi dengan membaca buku, berdiskusi, latihan fisik, hingga mengeksplorasi lingkungan sekitar.
"Banyak orang hebat, tapi melupakan bahwa semua itu harus melalui proses yang benar. Intinya, trust the process and build your confidence," tegasnya.
Selanjutnya, klaster C lainnya adalah communication atau komunikasi.
Menurutnya, seni berkomunikasi atau menyampaikan gagasan itu sangat penting. Sehingga harus bisa diterjemahkan dengan baik.
Para siswa juga harus bisa menyampaikannya dengan courtesy atau kesopanan dan memiliki sikap yang baik.
Kemudian, critical thinking atau berpikir kritis dan creativity atau kreativitas.
AHY meminta para siswa untuk melihat permasalahan secara rasional, menemukan akar permasalahan, dan menghadirkan solusi.
"Jangan seperti katak dalam tempurung. Saya yakin, SMA Taruna Nusantara terus mencetak siswa yang kreatif dan berpikir kritis sehingga tidak terjebak pada masalah yang itu-itu saja," terangnya.
Klaster keempat adalah compatitiveness atau daya saing dan collaboration atau kolaborasi.
Dia menilai, SMA Taruna Nusantara memiliki daya saing yang unggul sejak awal berdiri.
AHY menyebut, daya saing itu dirasa penting karena menjadi bagian dari peningkatan kapasitas diri.
"Saya memilih untuk bersaing dengan diri sendiri. Kalau melirik yang lain, tidak ada puasnya," imbuhnya.
Terakhir, commitment atau komitmen dan consistency atau konsistensi. Dia meminta agar setiap siswa memiliki komitmen dan konsistensi terhadap apa yang dilakukan.
Selain itu, AHY berharap, profesi apapun yang nantinya akan digeluti, akan senantiasa membawa nilai-nilai karakter unggul.
"Saya menceritakan itu berdasarkan pengalaman. Saya 27 tahun yang lalu, saya lulus dari sekolah ini dan kembali. Saat ini, Alhamdulillah sebagai menteri dalam berbagai kapasitas, tentunya saya mengingat kembali nilai-nilai dan pelajaran penting dari sekolah ini," ujar AHY.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman mengaku terhormat dengan kehadiran AHY.
Dia menilai, AHY merupakan sosok inspiratif yang telah menorehkan banyak prestasi.
Sekaligus menjadi seorang menteri termuda di kabinet saat ini. Terlebih, dulunya AHY merupakan lulusan terbaik.
"Pak AHY adalah teladan nyata dari semangat juang dan dedikasi," ucapnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita