MUNGKID - Rencana pemasangan chattra atau payung di stupa induk Candi Borobudur nampaknya sudah matang.
Sejumlah kementerian mulai bekerja sama merumuskan rencana tersebut.
Pemasangan chattra itu diharapkan dapat menyempurnakan bangunan Candi Borobudur.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki menargetkan, chattra itu sudah dipasang sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir.
Pemasangan chattra ini, harapannya menjadi simbol kemuliaan agama Buddha dan menyempurnakan bangunan Candi Borobudur.
Dia menyebut, pemasangan chattra itu masih terus dikerjakan oleh Dirjen Bimas Buddha.
"Kami berharap bisa terealisasi sebelum memasuki masa pemerintahan pak Jokowi di bulan Oktober nanti (berakhir)," kata Saiful usai menghadiri Yobbana Dhamma Samaya - International Buddhist Sociopreneur 2024 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Senin malam (12/8/2024).
Dia menyebut, pemasangan chattra ini menjadi atensi dari Presiden Jokowi agar bisa segera terlaksana.
Di sisi lain, dia juga ingin mewujudkan pemasangan itu sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan kepada umat Buddha.
Dengan begitu, pemasangan chattra dapat menjadi kenangan yang indah.
Tidak hanya bagi umat Buddha di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.
"Saya yakin seluruh dunia akan mengapresiasi pemasangan chattra ini," sambungnya.
Saat disinggung perihal kendala yang dihadapi, lanjut Saiful, masih dalam kajian dan pembahasan. Karena melibatkan beberapa kementerian, stakeholders, dan UNESCO.
Sehingga perlu pembahasan yang matang dan mendalam.
Namun, dia menilai, progresnya sudah cukup baik.
"Saya mengikuti dari setahun yang lalu. Ini sudah tinggal satu atau dua tahap lagi. Insyaallah ini bisa diselenggarakan (dipasang secepatnya). Kita ikhtiarkan sekuat-kuatnya," pungkasnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita