RADAR PURWOREJO - Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Purworejo menargetkan dana yang terkumpul tahun ini sebanyak Rp 1,2 Miliar. Dana yang terkumpul nanti akan digunakan untuk kegiatan kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat.
Bupati Purworejo sekaligus Ketua PMI Kabupaten Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, target tersebut ditetapkan karena kegiatan PMI semakin luas. Selain itu, standardisasi pelayanan unit pelayanan darah dituntut makin profesional sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan.
"Angka tersebut bukan angka yang kecil tapi kami optimistis dapat mencapai target," ungkapnya usai pengukuhan panitia bulan dana PMI pada Selasa (2/7).
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mendukung dan menyukseskan bulan dana PMI tersebut. Partisipasi masyarakat sangatlah berarti untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo selaku Ketua Panitia Bulan Dana PMI membeberkan, pemanfaatan hasil bulan dana PMI 10 persen akan dialokasikan untuk PMI Provinsi Jawa Tengah dan 90 persen akan digunakan untuk PMI Kabupaten Purworejo.
Dana akan digunakan untuk program pelayanan penanganan bencana, kesehatan dan sosial, koordinasi pembinaan generasi muda, hingga administrasi pemeliharaan sarana inventaris untuk kesehatan.
Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat Kabupaten Purworejo untuk menyisihkan sebagian hartanya ke PMI melalui kegiatan bulan dana PMI yang diadakan setiap tahun. "Untuk membantu meringankan beban masyarakat lain yang membutuhkan," ungkapnya.
Sementara, untuk menunjang bulan dana PMI dan pemenuhan kebutuhan darah di PMI Kabupaten Purworejo, Kecamatan Ngombol meluncurkan Kelompok Donor Darah Baru (KDDB) pada Selasa (2/7).
KDDB merupakan wadah bagi warga atau masyarakat di Kecamatan Ngombol dan sekitarnya yang belum pernah sama sekali ikut donor darah dan ingin mendonorkan darahnya.
Camat Ngombol Adi Pawoko menyebut, selama ini di masyarakat Kecamatan Ngombol sebenarnya sudah banyak yang ikut sebagai peserta donor darah. Namun, pemerintah kecamatan ingin menambah lagi jumlah peserta pendonor darah yang ada di Kecamatan Ngombol.
Dia berharap dengan bertambahnya jumlah pendonor darah di Kecamatan Ngombol. "Dengan KDDB ini kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kegiatan kemasyarakatan dan sosial itu penting," sebut dia.
Dokter pelaksana donor darah PMI Kabupaten Purworejo Agustinus Triyono mengungkapkan, di Kabupaten Purworejo saat ini ada sekitar 6.000 pendonor. "Setiap bulan ada sekitar 1.200 hingga 1.300-an pendonor yang aktif mendonorkan darahnya di PMI," katanya.
Dia mengungkapkan, untuk kebutuhan darah di Kabupaten Purworejo relatif cukup bahkan sampai dibawa ke daerah lain yang membutuhkan. "Kami sangat berharap kesadaran masyarakat untuk donor terus bertambah dan semakin baik," harap dia. (han/din)