Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Boleh Lebih Tinggi dari Candi Borobudur, Tinggi Menara Masjid Agung Jawa Tengah Jadi 30 Meter

Naila Nihayah • Jumat, 28 Juni 2024 | 07:30 WIB
BERDIRI MEGAH: Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Sawitan, Mungkid, Magelang sudah selesai. Tinggal menyelesaikan penataan kawasan.
BERDIRI MEGAH: Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Sawitan, Mungkid, Magelang sudah selesai. Tinggal menyelesaikan penataan kawasan.

 

 

MUNGKID - Proyek pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan, Mungkid, Magelang hampir rampung. MAJT itu digadang-gadang sebagai pendukung adanya destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur.

Sekaligus menjadi pusat moderasi beragama, terutama di Kabupaten Magelang. Nantinya, masjid tersebut dapat menampung sekitar 5.000 jemaah.

Kepala Dinas PU, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyanto menjelaskan, bangunan utama masjid sudah selesai. Namun, masih ada dua tahap pembangunan di kawasan masjid. Yakni penataan halaman dan revitalisasi masjid yang lama, Masjid An-Nur.

Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Ketahanan Pangan, Polres Bantul Tanam 1.000 Pohon di Bantaran Kali Progo

Baca Juga: Hari Gini Masih Repot Bayar Tagihan Listrik? Sudah Gak Zaman! dengan BRImo Tinggal Tap Tap

Dia menyebut, penataan halaman itu baru mencapai 25 persen. Untuk bangunan masjid sudah selesai. Tinggal mengerjakan penataan di kawasan tersebut. “Seperti halaman masjid dan revitalisasi masjid lama," sebutnya saat dihubungi, Kamis (27/6).

Dia menambahkan, ada sejumlah perubahan selama proses pembangunan MAJT digarap. Terlebih, MAJT ini terletak pada sub kawasan pelestarian dua atau sub kawasan penyangga cagar budaya warisan dunia. Sehingga harus ada analisis arkeologi atau Heritage Impact Assesment (HIA) dari UNESCO.

Hal itu berdampak pada ketinggian menara masjid yang semula direncanakan lebih dari 50-an meter, kini menjadi 30-an meter. Karena ketinggiannya tidak boleh melebihi tinggi bangunan Candi Borobudur. Selain itu, ada perubahan posisi tata letak bangunan dalam site bergeser sedikit ke selatan.

Baca Juga: 25 Ribu Pendaftar Harus Terlempar dari PPDB SMA/SMK di DIY, Pilihannya ke Sekolah Swasta

Baca Juga: Sering Turun Hujan Ditengah Musim Kemarau, BMKG Yogyakarta Ungkap Penyebab Sekaligus Berbagai Potensi Bencananya!

Pembangunan masjid tersebut diawali dengan groundbreaking pada 31 Januari 2023 lalu. Bangunan itu berdiri megah di atas lahan seluas 43.928,89 meter persegi dengan luas bangunan 14.084,47 meter persegi.

Berdasarkan pantauan, bangunan utama masjid dan menara sudah berdiri kokoh. Di halaman luar, ada sejumlah pohon dan rumput yang sengaja ditanam agar area masjid terasa sejuk.

Namun, masih terdapat bebatuan dan material lain yang akan digunakan untuk menyempurnakan keberadaan masjid tersebut. Selain itu, masih ada beberapa infrastruktur penunjang lain yang belum selesai. Seperti pembangunan jalan dan akses pintu utama, pedestrian pintu utama, perluasan lahan parkir roda empat, dan roda dua. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #Magelang #MAJT #DPSP Borobudur #Masjid Agung Jawa Tengah #jawa tengah