Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya Bekerja di Sleman atau Solo, Pekerja dari Kabupaten Magelang Terserap hingga Jepang dan Korea Selatan

Naila Nihayah • Rabu, 26 Juni 2024 | 12:50 WIB
TANYA-TANYA: Para pencari kerja antusias mendatangi beberapa stan perusahaan yang ada pada gelaran Untidar Job Fair 2023 di GKU dr HR Suparsono, Rabu (27/9).Humas Untidar untuk radar jogja
TANYA-TANYA: Para pencari kerja antusias mendatangi beberapa stan perusahaan yang ada pada gelaran Untidar Job Fair 2023 di GKU dr HR Suparsono, Rabu (27/9).Humas Untidar untuk radar jogja

 

MUNGKID – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Magelang mencatat selama 2023 lalu ada 1.471 pencari kerja yang berhasil memperoleh kesempatan kerja. sebanyak 30,14 persennya bekerja di luar negeri. Dengan negara tujuan seperti Hongkong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, dan lainnya.

 

Dari jumlah itu, sebagian besar bekerja di sekitar Kabupaten Magelang. Seperti Temanggung, Salatiga, Sleman, Semarang, hingga Solo. Kemudian, sekitar 3,6 persennya bekerja di luar Jawa. Seperti Sumatera, Kalimantan, Bali, dan lainnya.

 

Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menyebut, selama tiga tahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Magelang menurun. Penurunan tersebut merupakan hasil dari kerja keras bersama. Termasuk pelatihan wirausaha dan job fair sebagai bagian dari pelayanan peningkatan kerja. 

"Oleh karena itu, saya minta kepada disperinnaker untuk memfasilitasi para pencari kerja dan memberikan pembekalan-pembekalan terkait bidang pekerjaan," paparnya di sela gelaran job fair di pendopo lapangan drh Soepardi Mungkid, Selasa (25/6). 

 Baca Juga: Satu Anak Dibekuk Polisi, Empat Lainnya Diburu karena Terlibat Penganiayaan dengan Senjata Tajam

Baca Juga: Maling Kursi di Piyungan Ditangkap, Dua Orang Masih dalam Pencarian

Job fair, kata dia, menjadi satu upaya untuk memfasilitasi para pencari kerja dan pemberi kerja agar bertemu secara langsung. "Harapannya job fair ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah Kabupaten Magelang," bebernya.

 

Sepyo juga meminta disperinnaker untuk mendata masyarakat Kabupaten Magelang yang belum bekerja. "Kemudian, dengan kegiatan ini (job fair), berapa tertarik dan berapa yang bisa terserap. Agar menjadi tolok ukur penurunan TPT," sambungnya.

Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di Kabupaten Magelang selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Pada 2021, angka TPT mencapai 5,3 persen. Lalu, pada 2022, turun menjadi 4,97 dan pada 2023 turun lagi menjadi 4,42 persen. 

 

 

Pemkab Magelang mengadakan job fair selama dua hari, 25-26 Juni 2024. Ada sekitar 60 perusahaan, baik online maupun offline yang bergabung dan tersedia sekitar 3.200 lowongan pekerjaan.

 Baca Juga: Marak Beredar Rokok Ilegal di Gunungkidul, Satpol PP Temukan 243 Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai 

Baca Juga: Libur Panjang Bingung Mau ke Mana, Berikut Beberapa Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinnaker Kabupaten Magelang Rina S Nasution menyebut, pihaknya menggandeng 60 perusahaan, baik online maupun offline untuk bergabung pada job fair.

Dari puluhan perusahaan tersebut, ada sekitar 3.200 lowongan pekerjaan (loker). Masing-masing perusahaan memiliki kualifikasi yang berbeda. Namun, ada juga perusahaan yang membutuhkan pekerja dengan ijazah terakhir minimal SMP. Ada juga dengan ijazah S1.

 

Umumnya, para pencari kerja akan membawa beberapa persyaratan yang dibutuhkan. Seperti ijazah, kartu kuning, surat lamaran pekerjaaan, dan lain-lain. "Kami sudah menyediakan barcode yang berisi informasi lowongan atau posisi di perusahaan itu apa saja," sebutnya. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Dispernaker #Kabupaten Magelang #Solo #Sleman #TPT #Korea Selatan #jepang #temanggung #Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto