Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seorang Jemaah Haji Asal Magelang Masih Berada di Masjidil Haram, Kepulangan ke Tanah Air Tertunda Beberapa Jam

Naila Nihayah • Senin, 24 Juni 2024 | 16:35 WIB
Ilustrasi haji
Ilustrasi haji

RADAR JOGJA - Sebanyak 1.086 jemaah haji telah tiba dengan selamat di Pendopo drh Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang pada Minggu (23/6/2024). Jemaah yang terdiri empat kloter tersebut tiba secara bertahap. Hanya saja, ada keterlambatan dari jadwal yang telah dirancang sebelumnya.

 

Sebab ada satu jemaah yang seharusnya bersiap kembali ke Tanah Air, tapi masih berada di Masjidil Haram. Sehingga tim kloter berusaha mencarinya di tengah jutaan orang. Beruntung, dia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. 

 

Para keluarga, sanak saudara, hingga warga setempat memadati pendopo untuk menyambut kedatangan rombongan jemaah haji. Mereka sengaja datang lebih awal agar tidak melewatkan momentum tersebut. Namun, rombongan kloter 2 baru tiba di pendopo sekitar pukul 15.00. 

Baca Juga: Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Masih Berada di Level III (Siaga) Sejak 5 November 2020

Baca Juga: Legislator Komisi D DPRD Kota Jogja Sebut Pemerintah Kurang Peka terhadap Pariwisata karena Ini

Staf Seksi Pelayanan Haji dan Umrah, Kantor Kemenag kabupaten Magelang Heri Suryanto menuturkan, para jemaah haji di wilayahnya kembali ke Tanah Air dengan selamat dan sehat.

"Tahun ini luar biasa, sehat semua 100 persen. Belum ada laporan sakit (dari jemaah) karena sudah segera tertangani dulu sebelum berangkat ke Donohudan," katanya.

 

Saat berangkat ke Tanah Suci, kata dia, para jemaah melakukan pemeriksaan kesehatan. Agar benar-benar memastikan bahwa mereka mampu dari segi kesehatan. Sehingga saat berada di Makkah maupun pulang ke Indonesia, mereka dalam keadaan sehat. 

 

Selama melakukan rukun maupun sunah haji pun, mereka mampu menuntaskannya. Namun, ada ketika hendak pulang ke Tanah Air, ada seorang jemaah yang justru masih berada di Masjidil Haram.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, SENIN, 24 JUNI 2024

Baca Juga: Rojali Berlama-lama di Kafe tapi Minim Belanja, Sosiolog UIN Sunan Kalijaga Sebut Alasannya karena Ini

"Ketua kloter langsung mencarinya dan sudah diketemukan dalam kondisi selamat. Tetapi, menemukannya memang membutuhkan waktu yang lama karena di sana ada jutaan orang," katanya. 

 

Dampaknya, rombongan kloter 2 yang seharusnya melakukan penerbangan pulang ke Tanah Air pukul 08.00, justru mundur menjadi pukul 13.00.

"Dia tanpa izin (ke Masjidil Haram). Dari kami sebenarnya sudah terkondisi. Cuma kadang-kadang ada teman yang 'nyeleneh'. Tapi, alhamdulillahnya bisa pulang dengan selamat," imbuhnya.

 

Selain itu, hal tersebut juga berdampak pada kepulangan kloter-kloter berikutnya. Adapun kloter 2 ada sebanyak 44 CJH yang bergabung dengan kloter satu Kabupaten Temanggung.

Baca Juga: Kafe Jadi Pelarian Mahasiswa di Jogja karena Minimnya Fasilitas Kampus

Baca Juga: Pengusaha Coffe Shop di Jogja Keluhkan Keberadaan Rojali, Terapkan Sindiran hingga Ada Menu Bayar Seikhlasnya

 

Lalu, kloter 3 dan 4 masing-masing 352 orang dan semuanya berasal dari Kabupaten Magelang. Sedangkan kloter 5 sebanyak 337 orang bergabung dengan calon jemaah haji asal Purworejo.

 

Jemaah haji termuda asal Secang Niesriendya Sasadhara, 20 mengatakan, saat hendak pulang ke Tanah Air memang ada sedikit kendala. Ada jemaah haji yang masih berada di Masjidil Haram ketika seluruh jemaah siap bertolak ke Tanah Air.

"Memang setiap tahun ada cerita tersendiri saat haji. Itu jadi pembelajaran bagi jemaah lain," katanya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Kepulangan Haji #Magelang #jemaah haji #tertinggal #tanah air #Masjidil Haram