Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karena Ini Wakil Bupati Kebumen Ristawati Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi

Muhammad Hafied • Sabtu, 15 Juni 2024 | 11:40 WIB

Wakil Bupati (Wabup) Kebumen Ristawati Purwaningsih menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkab Kebumen sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)
Wakil Bupati (Wabup) Kebumen Ristawati Purwaningsih menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkab Kebumen sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

KEBUMEN - Wakil Bupati (Wabup) Kebumen Ristawati Purwaningsih menerima penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kategori berprestasi tingkat nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/6).

Wabup Ristawati mengatakan, torehan prestasi tersebut tak lepas dari hasil kerja keras lintas sektor. Antara dinas di lingkup Pemkab Kebumen, BUMD, Bulog, swasta dan lembaga lain.

Ia bersyukur, banyak pihak di luar pemkab selama ini ikut peduli dalam menekan laju angka inflasi di Kebumen. "Banyak pihak terlibat mendukung kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok. Inflasi di Kebumen jadi stabil," kata Ristawati.

Baca Juga: Polres Purworejo Lakukan Pengecekan, Anggota Polisi Diminta Rawat Kendaraan Dinasnya

Baca Juga: Lolos Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia, PSSI Ingin Jadwal Timnas dan Liga Tidak Bentrok

Ia berharap, angka inflasi di Kebumen tetap terjaga dan daya beli masyarakat terjangkau. Dengan begitu tingkat kesejahteraan meningkat serta angka kemiskinan menurun.

Ristawati menyebut, berbagai upaya terus dilakukan pemkab agar inflasi terkendali. Antara lain pemkab melalui dinas terkait terus mendorong ada perluasan lahan tanam sebagai bentuk ketahanan pangan.

Kemudian, eksekutif bersama legislatif kini juga sedang menpersiapkan payung hukum berupa Perda menyangkut cadangan pangan. Berikutnya menggalakan gerakan optimalisasi lahan pekarangan serta mendorong tanaman pangan pendamping beras.

Baca Juga: Pede Timnas Lolos Babak ke-Tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir: Tidak Ada Yang Tidak Mungkin!

Baca Juga: Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang SMP Sederajat di Kota Jogja dengan Tujuh Jalur dan di Sleman Empat Jalur

"Prinsip, pemkab itu tidak tinggal diam. Terus mencari pola supaya inflasi dapat ditekan," ucapnya.

Ristawati menerangkan, ada beberapa hal pokok arahan presiden yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan inflasi.

Yakni, jajaran pemerintah daerah tak boleh terlena karena ekonomi global kini belum bersahabat. Belum lagi perang Rusia-Ukraina membawa pengaruh terhadap stabilitas harga dunia.

Selain itu, adanya ancaman pemanasan global. PBB telah menyebut kondisi ini sebagai neraka iklim yang berimbas pada berkurangnya pasokan air pertanian.

Baca Juga: Sound Horeg Dilarang saat Malam Takbiran di Kulon Progo, Polisi Imbau Jaga Ketertiban di Masyarakat

Baca Juga: Waspada! Penampakan Sosok Cantik di Pal 15 Alas Roban Batang Bisa Jadi Petaka

"Sesuai dengan prinsip ekonomi, kalau harga semakin meningkat. Otomatis inflasi meningkat, daya beli menurun. Korbannya adalah rakyat," jelas Ristawati.

Kabag Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen Purnowati menambahkan, tingkat inflasi di Kebumen masih dalam kondisi wajar. Menurutnya, inflasi daerah bisa dikatakan cukup mengkhawatirkan manakala sudah menyentuh angka lebih dari 4 persen.

Dia menjelaskan, secara makro penilaian inflasi tidak dapat berdiri sendiri. Melainkan melalui perhitungan dari berbagai indikator. Khusus Kebumen, sampai sekarang masih mengacu pada kondisi inflasi di wilayah Banyumas Raya.

"Inflasi dapat ditolerir itu kalau 2-4 persen. Di Indonesia secara umum tidak begitu tinggi. Kebumen masih di angka tiga persen," terangnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih #kebumen #Ristawati Purwningsih #inflasi #harga