Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berawal dari Kesasar, Dua Bule Eropa Malah Betah di Magelang, Disambut Hangat, Mendaki Gunung Andong hingga Ikut Tanam Tembakau Bareng Warga

Naila Nihayah • Kamis, 25 April 2024 | 11:50 WIB

 

SEMRINGAH: Dua WNA asal Jerman dan Luksemburg serta empat warga Sawangan saat mendaki Gunung Andong, Selasa (23/4).Adnan Nur untuk Radar Jogja
SEMRINGAH: Dua WNA asal Jerman dan Luksemburg serta empat warga Sawangan saat mendaki Gunung Andong, Selasa (23/4).Adnan Nur untuk Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Dua bule Eropa tidak menyangka bakal mendapat sambutan hangat dari warga Sawangan, Kabupaten Magelang. Semula mereka berwisata ke Air Terjun Kedung Kayang dan hendak mencari masjid untuk bermalam.

Di perjalanan, keduanya menemukan keramaian dan mengira ada pesta pernikahan. Ternyata itu acara halalbihalal. Seperti apa ceritanya?


NAILA NIHAYAH, Mungkid

Dua pria berperawakan tinggi sembari membawa tas di punggung itu nampak kebingungan saat memasuki area kegiatan halalbihalal.

 

Tepatnya di Dusun Panggungan, Wonolelo, Sawangan pada Senin (22/4). Kendati warga negara asing (WNA), warga setempat menyambutnya dengan ramah. Bahkan mereka mendapat jamuan dari warga.


Kedua bule itu bernama Amin Azirar, 18, asal Jerman dan Youssef Sabatelli, 21, asal Luksemburg. Mereka merupakan mahasiswa RWTH Aachen University Jerman yang tengah menghabiskan waktunya dengan berlibur di Indonesia. Keduanya tiba di Jakarta pada Rabu (17/4) dan sempat berwisata di sana.

 
Setelah itu, Amin dan Youssef melanjutkan perjalanan menuju Jogja dengan sarana kereta api. Setibanya di Jogja, mereka menyewa sepeda motor agar bisa leluasa berwisata ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

"Saat di Candi Borobudur, kami sempat berbicara dengan orang. Dia memberi tahu kami bahwa ada air terjun yang bagus," ujar Amin.


Air terjun yang dimaksud adalah Air Terjun Kedung Kayang di Desa Wonolelo, Sawangan. Mereka pun tertarik untuk mengunjunginya.

Sesampainya di sana, Amin dan Youssef merasa takjub dengan keindahan air terjunnya. Puas menikmati keindahan alam di sana, keduanya melanjutkan perjalanan. Mencari masjid untuk bermalam.

Photo
Photo


Lantaran buta arah, mereka mengandalkan aplikasi Google Map untuk mencari masjid terdekat. Begitu tiba di Dusun Panggungan pada Senin (22/4) sekitar pukul 15.00, mereka menemukan keramaian. Keduanya mengira itu adalah pesta pernikahan, karena terdapat tenda layaknya mantenan.


Ternyata acara itu bukan pesta pernikahan, melainkan acara Syawalan. Karena penasaran, mereka memutuskan ikut masuk ke dalamnya.

Saat tiba di sana, warga tengah membaca tahlil. Warga pun kaget dengan kedatangan dua bule. Amin dan Youssef memberikan salam dan disilakan duduk sebagaimana tamu lainnya.

 


Amin mengaku senang saat mendengarkan musik bernuansa Islami yang tengah diputar. Meski keduanya Muslim, budaya tersebut menjadi hal baru bagi mereka.

Dengan berbagai macam agama dan budaya yang majemuk, Indonesia dinilai menjadi satu negara yang elok. "Saya selalu ingin mengetahui kehidupan warga di Indonesia. Mereka juga menyambut kami dengan hangat. Saya takjub dengan itu," lontar Youssef. 


Bisa dikatakan keduanya merupakan mahasiswa yang memiliki hasrat untuk menjelajahi dunia. Indonesia termasuk satu negara pilihan mereka.

Amin dan Youssef pun memutuskan untuk bermalam di Sawangan karena kehangatan yang diberikan warga. Alasan itulah yang membuat mereka mengurungkan niat untuk berwisata ke Gunung Bromo dan Malang.


Kepala Dusun Panggungan Patono menyebut, pada Senin (22/4) memang ada acara halalbihalal keluarga besarnya. Dia mengaku kaget dengan kedatangan dua bule itu.

Namun mereka akhirnya disilakan duduk. "Mereka masuk ke kampung kami. Cuma nggak tahu, kesasar atau tidak. Karena keterbatasan bahasa, kami nggak bisa tanya," sebutnya. 


Saat tiba di acara itu, kedua WNA tersebut sempat mengucapkan assalamualaikum karena merupakan Muslim. Kendati merupakan hal yang lumrah --bule berwisata di Magelang, tapi hal itu tetap saja membuat warga setempat heran.

Apalagi dengan pakaian yang dikenakan, celana pendek dan tiba-tiba mengikuti acara. Begitu acara rampung, mereka diajak menginap di rumahnya dan bersedia.


Warga sempat kebingungan hendak berkomunikasi dengan dua WNA itu. Beruntung, ada tiga santri dari Pesantren Ar-Rahman Bogor yang tengah melakukan pengabdian di dusunnya.

 

Satu di antaranya adalah Adnan Nur, 22, dan bisa berbahasa Inggris. Sama seperti warga lain, dia mengaku kaget dengan kedatangan Amin dan Youssef.


Adnan diminta untuk berkomunikasi dengan mereka. Lantas, dia menanyakan tujuan keduanya. "Saya tanya, mau ke mana. Katanya mau mencari tempat untuk tidur. Saat di Jakarta maupun Jogja, mereka memilih untuk tidur di masjid terdekat," ungkapnya. 


Keesokan harinya, pada Selasa (23/4) sekitar pukul 02.00, Amin dan Youssef melakukan pendakian ke Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak. Keduanya ditemani Adnan dan warga Sawangan lainnya.

 

Mereka pun sangat menikmati berwisata di Gunung Andong. Selepas dari sana, mereka mengagumi keindahan alam dan melihat warga bercocok tanam. Itulah yang membuat mereka betah dan menginap kembali.


Sekitar pukul 12.47, kedua bule itu menuju Jogja untuk mengembalikan motor yang disewanya. Sebetulnya, mereka hendak menuju Malang usai mengembalikan motor. Namun mengurungkan niatnya dan kembali menuju dusun tersebut.

Keduanya dijemput oleh warga dan kembali bermalam di sana.
Mereka mengaku senang dan menyukai suasana pedesaan di Sawangan. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru dengan bercocok tanam.

"Sebenarnya kami ingin ke Malang, tapi sekarang kami suka di desa ini. Mungkin kami harus tinggal lebih lama lagi agar bisa melihat dan merasakan (suasana Dusun Panggungan). Kami ingin membantu warga bekerja di ladang," timpal Youssef. 


Malamnya, Amin dan Youssef kembali ditemani oleh Adnan sembari berbincang santai. Lalu pada Rabu (24/4), kedua bule itu berjalan-jalan dan membantu warga bercocok tanam di ladang. Selepas itu, mereka diajak ke Grojogan Kapuhan untuk menikmati alam. Mereka kerap mengabadikan momen tersebut.

 
Saat ditanya kapan keduanya pulang, Adnan mengaku tidak mengetahuinya. Apalagi kedua bule itu nampak betah berlama-lama di Sawangan.

"Tadi kita bareng-bareng menanam tembakau. Mereka ikut semua. Terus rencana kami ajak nonton jathilan di sekitar Sawangan," ujarnya saat dihubungi. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Candi Borobudur #Tanam Tembakau #Kabupaten Magelang #bule eropa #candi prambanan #Air Terjun Kedung Kayang