RADAR JOGJA - Di antara 461 wisudawan ke-66 Universitas Tidar (Untidar) Magelang, ada dua mahasiswi kembar yang diwisuda. Mereka adalah Yuana Sari dan Yuani Saputri yang sama-sama mengenyam pendidikan di program studi (prodi) S1 Akuakultur, Fakultas Pertanian.
NAILA NIHAYA, Magelang
Ana dan Ani, sapaan akrabnya, lulus dengan IPK yang sama yaitu 3,76 dan memperoleh predikat cum laude. Mereka mengaku tidak tahu menahu jika IPK-nya sama. "Pastinya nggak janjian. Bahkan kami tahu kalau IPK-nya sama dari tim Humas Untidar," terang Ana usai prosesi wisuda, Sabtu (2/3).
Ana mengatakan, biasanya Ani selalu memperoleh nilai yang lebih tinggi dibanding dirinya. Apalagi selama ini nilai ketika kuliah menjadi urusan masing-masing meski mereka berada dalam satu kelas yang sama.
Wisudawan asal Klesem, Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur, ini memilih Prodi Akuakultur karena saat duduk di bangku SMK dari jurusan perikanan. Sehingga mereka memilih kuliah dengan prodi yang selaras. Kedua orang tuanya pun mengarahkan Ana dan Ani untuk memilih jurusan tersebut.
"Sekalian nyeburnya begitu. Alhamdulillah akhirnya bisa lulus dan semoga setelah ini bisa segera mendapatkan pekerjaan," lontar Ani.
Semasa kuliah, anak dari pasangan Bejo dan Mistun ini mempunyai beberapa pengalaman unik. Satu di antaranya, dosen pembimbing (dosbing) yang salah menegur.
"Ada pengalaman enak dan gak enak sih ya. Contohnya waktu itu Ana lagi ilang-ilangan buat bimbingan. Pas Ani ke kampus ketemu dosbingnya Ana, yah terus yang kena marah Ani. Kalau senangnya dulu pas kuliah online bisa gantiin absen," kelakar Ani.
Pada kesempatan itu, Rektor Untidar Prof Sugiyarto memberikan beasiswa kepada Nova Diandra, wisudawan dengan lulusan terbaik universitas dengan IPK 3,93 untuk menempuh pendidikan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia di Untidar. Beasiswa itu berupa bebas biaya UKT selama satu tahun.
Untidar sendiri kembali menggelar wisuda magister, sarjana, dan ahli madya ke-66 di Gedung dr HR Suparsono. Untidar berhasil meluluskan 461 mahasiswa. Mereka terdiri atas lima lulusan magister, 449 mahasiswa sarjana, dan tujuh ahli madya.
Wisudawan, lanjut dia, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Itu berarti Untidar mulai dikenal di seluruh penjuru Indonesia. Praktis hal itu menjadi langkah baik Untidar untuk semakin mengepakkan sayapnya. "Selamat atas prestasi luar biasa yang telah dicapai, semoga sukses dalam karya dan karier selanjutnya," ujarnya.
Pada gelaran wisuda ke-66 Untidar, Sugiyarto juga memberikan penghargaan bagi wisudawan terbaik masing-masing fakultas. Serta wisudawan berprestasi dalam bidang non-akademik di tingkat nasional hingga tingkat internasional. (laz)
Editor : Satria Pradika