Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Candi Borobudur, Paling Banyak ke Gunung Telomoyo

Naila Nihayah • Jumat, 5 Januari 2024 | 16:10 WIB
RAMAI: Pengunjung tampak menikmati keindahan panorama alam di Gunung Telomoyo.
RAMAI: Pengunjung tampak menikmati keindahan panorama alam di Gunung Telomoyo.

 

RADAR JOGJA – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang hingga 30 Desember 2023 3.156.875. Sebanyak 1,4 juta di antaranya berkunjung ke Candi Borobudur. Setelahnya baru di Gunung Telomoyo.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto menuturkan, pada 2023, jumlah kunjungan pariwisata di wilayahnya mulai menunjukkan tren positif. "Ada kenaikan kunjungan daripada 2022 lalu," jelasnya kepada Radar Jogja, Kamis (4/1).

Pada 2022 lalu, jumlah kunjungannya mencapai 2.830.263 wisatawan. Dengan rincian, wisnus sebanyak 2.754.545 orang dan 75.718 wisman. Sementara pada 2023, disparpora mencatat kunjungan ke daya tarik wisata (DTW) Kabupaten Magelang sebanyak 3.156.875 wisatawan.

Sementara DTW yang paling banyak dikunjungi adalah Candi Borobudur, yakni 1,4 juta wisatawan. Yang mana menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Magelang. Dengan begitu, keberadaannya dapat mendongkrak jumlah kunjungan di sejumlah DTW di Kabupaten Magelang.

Kemudian, disusul oleh Gunung Telomoyo, Negeri Kahyangan, dan Ketep Pass. Mulyanto tidak menampik, memang ada pergerakan yang signifikan dari sektor pariwisata sepanjang 2023. Harapannya, pada 2024 ini seluruh ekosistem pariwisata Kabupaten Magelang sebagai penyangga destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur, terus berinovasi.

Untuk pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata di Kabupaten Magelang sudah melampaui target. Jumlahnya mencapai 115,5 persen atau Rp 5.777.398.170. Meski PAD telah melampaui target, namun masih ada beberapa DTW yang belum memenuhi target. Seperti Kolam Renang Mendut.

Selain itu, para pegiat wisata diminta untuk melihat pangsa pasar. Sehingga akan berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di Kabupaten Magelang. "Sejumlah desa wisata juga harus menumbuhkan kreatifitas dan inovasinya," tegasnya.

Mereka, lanjut dia, dapat mempersiapkan diri untuk menerima kunjungan wisatawan dengan memberikan pelayanan terbaiknya. Dengan begitu, wisatawan akan senang dan masa tinggal di Kabupaten Magelang semakin lama. Muaranya, tingkat kunjungan wisata juga akan meningkat.

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #dinas pariwisata #pendapatan asli daerah (PAD) #daya tarik wisata #gunung Telomoyo