RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menghibahkan kurang lebih 5.500 alat musik kepada 194 grup kesenian di Kabupaten Purworejo. Anggaran pengadaan hibah tersebut Rp 2 miliar lebih.
Ribuan alat musik tersebut diserahterimakan pada Jumat (1/11) lalu. Salah satu penerima hibah yakni Sutarman dari grup kesenian kuda kepang, Desa Seren, Kecamatan Gebang, Purworejo sangat senang dengan adanya hibah alat musik tersebut.
Sebelum mendapatkan hibah tersebut, terlebih dahulu grup kesenian tersebut sudah mengajukan proposal terlebih dahulu kepada Bupati Purworejo. Selanjutnya, proposal tersebut akan didiskusikan terkait layak atau tidak grup kesenian tersebut mendapatkan hibah.
"Saya berterima kasih, ini sangat bermanfaat dan berharga bagi kami. Semoga dengan adanya alat ini, grup kesenian kami dapat lebih berkembang," ungkapnya Minggu (3/12).
Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setyaningsih menjelaskan, hibah tersebut diperuntukkan bagi grup kesenian yang sebelumnya belum pernah mendapatkan hibah. Mengingat, grup kesenian di Kabupaten Purworejo yang terdaftar di dinas tersebut ada seribu lebih.
Adapun 194 grup kesenian tersebut terdiri dari berbagai macam kesenian mulai dari grup jaran kepang, dolalak, hingga hadroh. Alat musik yang dihibahkan antara lain, rebana, gamelan, pengeras suara, dan sebagainya.
Dia berharap, dengan adanya hibah tersebut bisa menambah kreativitas dan keterampilan dari SDM grup kesenian di Kabupaten Purworejo dalam berkarya. "Semoga dapat terus semangat berlatih dan meningkatkan kualitas penampilan mereka," harap Woro.
Plt Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, pemberian bantuan alat kesenian itu merupakan bagian dari upaya dalam melestarikan dan memajukan budaya lokal Kabupaten Purworejo. Dia berhasil, alat kesenian yang telah dihibahkan menjadi pendorong grup kesenian di Purworejo lebih kreatif.
"Para seniman di daerah semoga dapat lebih berkembang. Menghasilkan karya yang bermutu dan menjadi pewaris budaya yang tangguh. Jaga dan dirawat dengan baik," pesan Yuli. (han)
Editor : Heru Pratomo