RADAR JOGJA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bakal mengundang tiga pasangan calon Presiden (capres) dan calon Wakil Presiden (cawapres) pada kegiatan dialog publik. Setelah resmi ditetapkan sebagai capres dan cawapres oleh KPU. Kegiatan tersebut rencananya akan diselenggarakan di tiga kampus Muhammadiyah dan pada waktu yang berbeda.
Dialog publik itu pertama kali digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (21/11). Dengan mengundang pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kemudian, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu (22/11). Dengan mengundang pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Terakhir, dialog publik digelari di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Kamis (23/11). Dengan mengundang pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. "Jadi, di satu tempat hanya ada satu paslon. Supaya lebih leluasa dalam kita berdialog," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti di Unimma, Jumat (10/11).
Hal tersebut, lanjut dia, menjadi bentuk partisipasi aktif PP Muhamamdiyah supaya tidak memberikan cek kosong kepada para pasangan capres-cawapres. "Bahwa kami harus berpartisipasi dan paham visi-misinya. Sehingga kami bisa melakukan semacam kritik dan memperdalam program yang mereka susun," jelas Prof Mu'ti.
Dia pun sudah melayangkan surat undangan dialog publik secara langsung ke kantor pemenangan ketiga pasangan capres-cawapres. Hanya saja, hingga saat ini, PP Muhammadiyah masih menunggu konfirmasi dari masing-masing pasangan. "Menyatakan akan hadir, iya. Tapi, untuk tanggalnya mungkin belum (final)," imbuhnya.
Kegiatan dialog publik ini, kata dia, memang sengaja diselenggarakan sebelum masa kampanye. Karena PP Muhammadiyah menyatakan, kampanye politik di lembaga pendidikan tidak diperbolehkan dan tidak difasilitasi. Meski tidak membawa atribut dan lainnya, dampak yang ditimbulkan akan semakin besar.
Dia juga menegaskan, dialog ini bukan merupakan bagian dari kampanye. Melainkan menjadi bagian kajian ilmiah yang nantinya akan mengundang pakar-pakar dari internal Muhammadiyah untuk mengkritisi secara terbuka.
Selain dialog publik dengan ketiga pasangan capres-cawapres, PP Muhammadiyah juga akan menggelar konsolidasi pemilu. Kegiatan itu sebagai bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah ke-111. Dari kegiatan tersebut, PP Muhammadiyah ingin mengingatkan kembali warganya tentang arti strategis dan arti penting pemilu. Baik dalam konteks kebangsaan maupun keumatan.
Selain itu, memberikan sejumlah penekanan agar Muhammadiyah secara kelembagaan bisa tetap solid. Karena seringkali warganya terpecah dan terbelah akibat politik. Perbedaan pilihan, kata dia, acapkali menjadi faktor yang bisa membuat warga saling bersitegang.
Dia ingin, suasana internal Muhammadiyah tetap bisa solid dan bersatu. Sebab politik tidak bisa diabaikan kepentingannya. Namun, kepentingan itu harus tetap terukur. "Melalui konsolidasi itu, mungkin dalam beberapa hal kita berusaha memberikan panduan dalam menyikapi berbagai dinamika politik seperti apa," terangnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika