Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Latih Sensor Motorik Dengan Bola Bekel, Bahan Beralih dari Kuningan ke Plastik

Muhammad Hafied • Minggu, 6 Agustus 2023 | 15:00 WIB
KENANGAN: Warga masih berkesan dengan permainan bola bekel yang dinilai banyak memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak.
KENANGAN: Warga masih berkesan dengan permainan bola bekel yang dinilai banyak memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak.

RADAR JOGJA - Bagi generasi era 90-an atau mungkin jauh sebelum itu, bermain bola bekel adalah hal lumrah. Permainan tradisional ini sempat masyhur di zamannya. Namun, hingga kini tak sedikit orang masih terkesan dengan bekelan.


Seperti diungkapkan Anna Seftiayunisa, 28, warga Desa Karangsari, Kebumen. Menurutnya, banyak manfaat yang dapat diambil dari permainan bola bekel. Terutama melatih sensor motorik ketika usia anak. "Kalau main butuh konsentrasi. Mata dan tangan tidak boleh lengah. Antara tangan lempar bola, sama nangkap harus seimbang," katanya (4/8/23).


Menurut Anna, banyak lagi nilai yang dapat diambil dari permainan bola bekel. Seperti mengasah keterampilan, meningkatkan ketelitian hingga daya pikir. "Misal tidak sabar ya sulit. Soalnya itu harus menyusun biji pasangan bola bekel," sambungnya.


Ia mengatakan, butuh keahlian khusus dalam bekelan. Pemain pun harus memiliki kesabaran ekstra, karena dituntut mengambil biji bekel dalam satu lemparan bola. Belum lagi ada tantangan menyusun biji ketika masuk level tertentu.


Semakin tinggi level, akan memiliki konsekuensi terhadap tingkat kesulitan. "Biasanya disukai anak wanita. Karena ya itu, ribet. Harus hafal urutan main segala macam," ujarnya.


Anna mengungkapkan, ia mengenal permainan bola bekel sejak duduk di bangku sekolah dasar. Namun permainan itu kini perlahan mulai tergerus dengan permainan serba modern. Artinya, tidak dilirik lagi oleh generasi kekinian. "Padahal dulu itu seneng banget, bisa main gantian sama teman. Ada nilai kompetisi, yang menang bangga pokoknya," bebernya.


Selain tak lagi menarik, ada sedikit pergeseran dari meterial bahan bola maupun biji bekel. Menurutnya, jika dulu pantulan bola bekel cukup empuk, tapi sekarang tidak. Kemudian, dari biji juga bukan dibuat menggunakan bahan kuningan, melainkan plastik.
"Kebetulan adik saya punya. Kok bekel sekarang beda. Biji bekel dulu ya kuningan. Lebih marem pegang kalau pakai kuningan. Bola, saya rasa juga kurang mental aja," tandasnya. (fid/laz)

Editor : Satria Pradika
#kebumen #oldies #anak anak #bekelan #permainan anak #bola bekel