Menurutnya, GNKK yang juga berorientasi terhadap konsep wisata sangat perlu memperhatikan infrastruktur, utamanya kondisi kalaikan jalan. Tanpa hal itu dirasa akan sulit menuju geopark kelas dunia. Sekedar informasi, saat ini GNKK tengah berproses untuk meraih status global Unesco. "Masih banyak infrastruktur (jalan) dan sarana prasarana yang perlu dibenahi," ucapnya, Minggu (11/12).
Taufiq mengungkapkan, tidak sedikit ruas jalan menuju geosite kondisinya kini kurang baik alias rusak. Ia menyebut, salah satu contoh seperti di ruas Jalan Mertakanda -Karangsambung. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju beberapa geosite serta kampus BRIN Karangsambung.
"Sejalan dengan pengembangan geopark mestinya pemerintah memperhatikan sarana pendukung. Biar yang mau plesir atau belajar tentang ilmu bumi tidak kapok," ucapnya.
Ia menambahkan, pengembangan geopark harus ditata secara komprehensif dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kebumen diharapkan tidak bangga hanya dengan penyematan status geopark semata, namun dilain sisi tidak memperhatikan perangkat pendukung lain. "Bagus ya bisa dikenal dunia. Tapi ya itu, faktor lain untuk pengembangan jangan dilupakan. Buat pengunjung senyaman mungkin," tuturnya.
Pemkab, lanjut Taufiq, sebagai motor penggerak mestinya juga harus memikirkan kesiapan menyambut penyematan status global geopark dari Unesco. Yakni dengan memastikan kondisi jalan mulus. Sebab, dari jalan mulus nantinya memberikan pengaruh terhadap aksesibilitas transportasi bagi tamu-tamu luar daerah yang ingin berkunjung ke Kebumen.
"Kami mendukung GNKK menuju global geopark. Tapi ya itu, jalan-jalan juga perlu diperhatikan. Jangan sampai tamu tidak bersemangat begitu lihat kondisi jalan," ucapnya.
Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kampus Karangsambung Chusni Ansori menyampaikan, GNKK merupakan wahana konservasi dengan kekayaan pendukung yang tidak dimiliki daerah lain. Ini bisa dilihat dari keragaman jenis batuan dan usia batuan. Magnet itulah yang selama ini menjadi rujukan para peneliti datang ke Kebumen. "Minimal harus paham dulu apa tujuan, fungsi dan output yang dihasilkan adanya geopark di Kebumen," jelasnya.
Dalam proses pengembangan, lanjut Chusni, butuh kesamaan persepsi dan komitmen bersama untuk menuju kawasan geopark berkelanjutan. GNKK menurutnya bukan sekedar berbicara pengakuan dari sebuah institusi. Namun yang tidak kalah penting keberadaan warisan geologi tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. "Pariwisata merupakan sektor andalan penghasil devisa negara yang akan semakin berkembang. Asas inilah yang harus ditangkap," bebernya. (fid/bah) Editor : Editor Content