Seorang wisatawan asal Australia menggugat Pemerintah Kota Hakodate, Jepang, setelah mengalami kecelakaan serius di sebuah jembatan yang menjadi salah satu destinasi wisata di kota tersebut.
Wisatawan berusia 66 tahun itu menuntut kompensasi sebesar 400 juta yen atau sekitar Rp45,3 miliar atas cedera berat yang dialaminya dalam kecelakaan pada Mei 2025.
Insiden tersebut terjadi di Jembatan Shichizai, yang berada tidak jauh dari kawasan populer Kanemori Red Brick Warehouses, Hakodate, Hokkaido.
Saat berada di jembatan, korban dilaporkan kehilangan keseimbangan hingga terjatuh sekitar tiga meter ke area di bawahnya. Insiden itu mengakibatkan cedera serius pada bagian tulang belakang.
Cedera yang dialami korban berdampak panjang. Ia dilaporkan mengalami kelumpuhan pada kedua tangan dan kaki sehingga membutuhkan perawatan medis serta bantuan untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Setelah lebih dari setahun berlalu, korban melalui pihaknya mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Kota Hakodate pada 1 Oktober 2026.
Baca Juga: Dua Badak Sumatera Betina di Way Kambas Hamil Bersamaan, Harapan Baru Bagi Populasi yang Kritis
Dalam gugatan tersebut, pihak korban menilai kondisi fasilitas keselamatan di Jembatan Shichizai turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.
Salah satu aspek yang dipersoalkan adalah pagar pengaman jembatan. Tinggi pagar tersebut disebut hanya sekitar 56 sentimeter, jauh lebih rendah dibandingkan ukuran sekitar 110 sentimeter yang dianggap sebagai standar keselamatan.
Pihak penggugat menilai kondisi tersebut menimbulkan persoalan terkait keamanan fasilitas publik dan meminta pemerintah kota bertanggung jawab atas kerugian yang dialami korban.
Namun, Pemerintah Kota Hakodate belum memberikan tanggapan substantif terkait gugatan tersebut. Pemerintah setempat menyatakan belum menerima dokumen gugatan secara resmi.
Perkara tersebut selanjutnya akan melalui proses hukum untuk menentukan ada atau tidaknya tanggung jawab Pemerintah Kota Hakodate atas kondisi fasilitas di lokasi kecelakaan.
Putusan nantinya akan menjadi penentu apakah tuntutan kompensasi senilai 400 juta yen tersebut dapat dikabulkan serta sejauh mana pemerintah daerah dianggap bertanggung jawab atas cedera permanen yang dialami wisatawan tersebut.