Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Wisatawan di Wisata Buatan Sleman Melonjak, tapi Destinasi Budaya Menurun

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
SERU: Wisatawan menikmati jip Merapi di Kabupaten Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SERU: Wisatawan menikmati jip Merapi di Kabupaten Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

Advertisement

SLEMAN - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman terus menunjukkan tren positif. Hingga September 2026, jumlah kunjungan mencapai 7,1 juta wisatawan atau meningkat 13,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan tersebut belum merata. Destinasi wisata buatan melonjak signifikan, sementara kunjungan ke destinasi budaya justru mengalami penurunan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat, khusus pada triwulan III 2026, kunjungan wisatawan mencapai 2,4 juta atau meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menjelaskan, penurunan terjadi pada kunjungan wisatawan nusantara ke destinasi budaya sebesar 4,8 persen. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara turun 1,3 persen. Kondisi cuaca disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergeseran pilihan wisatawan.

"Wisatawan memilih berkunjung ke pantai dan gunung dibanding ke destinasi wisata budaya seperti candi dan museum," katanya dihubungi Jumat (30/10).

Di tengah penurunan tersebut, destinasi wisata buatan justru mencatat pertumbuhan signifikan. Kunjungan wisatawan nusantara ke kategori ini meningkat 66,17 persen. Sejumlah destinasi yang menjadi favorit antara lain Ibarbo, The Nice Payland, Suraloka Zoo, Kville, dan Waterboom Jogja.

Advertisement

Meski demikian, destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi di Bumi Sembada masih ditempati Volcano Tour. Wisata tur jip tersebut telah menarik lebih dari 843 ribu kunjungan.

Kus mengatakan, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan jumlah kunjungan, melainkan memastikan peningkatan tersebut berdampak pada belanja wisatawan dan lama tinggal. Karena itu, Dinas Pariwisata memprioritaskan strategi untuk mengonversi pertumbuhan wisata buatan menjadi dampak ekonomi yang lebih luas.

Selain itu, pengembangan paket wisata khusus bagi wisatawan mancanegara juga menjadi perhatian. Paket tersebut akan mengintegrasikan berbagai destinasi, mulai dari candi, museum, desa wisata, hingga kawasan Merapi. "Jadi memang penting untuk memulihkan wisatawan nusantara pada destinasi budaya, khususnya pada awal tahun mendatang," sebutnya. (del/eno)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Viral Wisatawan Malioboro Dituthuk Dua Gelas Es Jeruk Rp 40 Ribu, Wali Kota Jogja Akan Bertindak

Viral Wisatawan Malioboro Dituthuk Dua Gelas Es Jeruk Rp 40 Ribu, Wali Kota Jogja Akan Bertindak

Kasus nuthuk kembali menimpa wisatawan yang berkunjung di Malioboro. Kali menimpa akun Threads dengan nama @endahree. Dalam utasnya, ia mengeluhkan adanya dugaan nuthuk yang dilakukan oleh salah satu penjual minuman.

Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Bantul Tembus 360 Ribu, Pemkab Bidik Pemerataan Ekonomi

Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Bantul Tembus 360 Ribu, Pemkab Bidik Pemerataan Ekonomi

Kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kabupaten Bantul menembus lebih dari 360 ribu orang hingga September 2026. Capaian tersebut menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk memperluas manfaat pariwisata ...

Gelombang Tinggi Mengancam Pesisir Selatan DIY, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada

Gelombang Tinggi Mengancam Pesisir Selatan DIY, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada

Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi pada 23–26 Oktober 2026. Ketinggian gelombang di laut selatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer