RADAR JOGJA – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Thailand berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Di Bangkok saja, sekitar 700 ribu orang atau 329 ribu rumah tangga terdampak akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut membuat pemerintah Thailand mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi aktivitas masyarakat di tengah penanganan banjir. Bangkok bersama tiga provinsi di sekitarnya, yakni Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan, menetapkan 28 dan 29 September 2026 sebagai hari libur khusus.
Kebijakan itu diberlakukan untuk membantu proses penanganan bencana sekaligus mengurangi mobilitas warga. Meski hujan mulai berkurang, genangan masih ditemukan di sejumlah kawasan Bangkok sehingga beberapa aktivitas masyarakat belum sepenuhnya kembali normal.
Sejumlah distrik dilaporkan mengalami dampak cukup parah. Di antaranya Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Sai Mai, Suan Luang, Saphan Sung, dan Lak Si. Beberapa ruas jalan juga masih tergenang, meskipun sebagian jalur mulai kembali dapat dilalui kendaraan.
Baca Juga: Harapan Baru Penyintas Gempa NTT, Huntara Mulai Dibangun Bertahap
Otoritas Bangkok terus berupaya mempercepat surutnya genangan dengan mengoptimalkan kanal-kanal utama. Air dari kawasan permukiman dan jalan raya dialirkan melalui sistem tersebut untuk mengurangi ketinggian banjir.
Curah hujan yang mengguyur Bangkok memang mulai mereda setelah sistem tekanan rendah bergerak menjauh. Namun, hujan monsun masih berpotensi turun, terutama di bagian timur ibu kota. Kondisi tersebut membuat pemerintah dan warga tetap perlu waspada terhadap kemungkinan munculnya genangan baru.
Dampak banjir juga terasa pada layanan kesehatan. Pemerintah Kota Bangkok memindahkan sekitar 1.500 pasien yang membutuhkan bantuan khusus ke rumah sakit milik pemerintah kota. Sejumlah fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Thailand juga ikut terdampak banjir.
Secara keseluruhan, banjir telah melanda 23 provinsi dan menyebabkan sedikitnya 19 orang meninggal dunia. Puluhan fasilitas kesehatan turut terdampak sehingga pemerintah harus menyesuaikan pelayanan medis di tengah kondisi bencana.
Di tengah situasi tersebut, warga negara Indonesia yang berada di Thailand juga ikut mendapat perhatian. Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Bangkok menerima laporan satu WNI yang terdampak banjir.
Baca Juga: Enam Tahun Bersama, Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel Makin Dekat ke Pelaminan
WNI tersebut sempat tidak dapat keluar dari hotel karena akses jalan di sekitar tempat penginapan tergenang. Setelah berkomunikasi dengan KBRI Bangkok, kondisi WNI tersebut dipastikan aman.
Kemlu RI mencatat sekitar 2.500 WNI berada di Thailand, termasuk di Bangkok dan wilayah sekitarnya. KBRI Bangkok terus memantau kondisi mereka serta berkomunikasi dengan komunitas WNI untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan.
WNI di Bangkok dan sekitarnya juga diimbau menghindari kawasan yang masih terendam. Mereka diminta memeriksa kondisi jalan sebelum bepergian dan tidak memaksakan kendaraan melewati genangan.
Selain itu, perlengkapan darurat dianjurkan tetap disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan deras dan banjir susulan. Langkah tersebut penting karena kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.
Pemerintah Thailand sendiri masih menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Makanan siap saji, air minum, kendaraan khusus, perahu, hingga dapur umum bergerak disiapkan untuk membantu warga yang kesulitan akibat banjir.
Meski curah hujan mulai menurun, proses pemulihan belum selesai. Genangan di sejumlah kawasan masih menghambat mobilitas warga dan membuat aktivitas sehari-hari harus menyesuaikan dengan kondisi banjir.
Sumber: ANTARA, Kementerian Luar Negeri RI/KBRI Bangkok.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber