Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral! 900 Ular Berkeliaran di Tengah Banjir China, Ada yang Berbisa, Warga Dilarang Menangkap Sendiri

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:56 WIB

 

BANJIR CHINA: Sejumlah orang nekat menangkap ular-ular yang terbawa arus banjir, tampak juga ular kobra berenang menuju pemukiman warga. (ISTIMEWA)
BANJIR CHINA: Sejumlah orang nekat menangkap ular-ular yang terbawa arus banjir, tampak juga ular kobra berenang menuju pemukiman warga. (ISTIMEWA)

 


RADAR JOGJA - Bencana banjir dahsyat yang melanda China selatan membawa ancaman tak terduga.

Hampir 900 ekor ular, termasuk kobra berbisa, lolos dari sebuah peternakan reptil setelah fasilitasnya hancur diterjang air bah.

Insiden ini terjadi di Desa Dengwei, Kota Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, pada Senin (6/7/2026) pagi.

Video ular berenang hingga penangkapan ular oleh warga setempat pun ramai di jagat maya.

Baca Juga: Duh, Reklame Rokok Berstiker Pajak Pemkab Wonogiri Ditemukan di Kulon Progo, Kecolongan?


Melansir dari media China, banjir dipicu Topan Maysak.

Yaitu topan pertama yang melanda China tahun ini.

Cuaca ekstrem membawa hujan dengan muatan yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Dampaknya luar bisa.

Yang tak terduga, sebuah tempat peternakan reptil rusak.

Reptil yang di dalamnya, seperti ular tikus, ular air, dan kobra berbisa terhempas bebas masuk kepemukiman warga.

Kandang-kandangnya jebol dihantam derasnya air.

Baca Juga: Eternit Menara Masjid Agung Sleman Rontok, Dipasang Spanduk Peringatan


Kepala Komite Desa Dengwei, Wu Zhi, menyebut ada sekitar 800 hingga 900 ular kabur dari fasilitas tersebut.

Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan ular-ular tersebut berenang menembus genangan banjir yang keruh, sebagian sempat terlihat menyembulkan kepala di permukaan air, bahkan ada yang tertangkap kamera beristirahat di atas gagang sapu yang mengapung.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah seorang warga dilaporkan tergigit ular yang lolos tersebut dan harus menjalani perawatan medis darurat.

Pihak berwenang langsung mengeluarkan imbauan agar warga tidak mencoba menangkap ular dan segera melapor ke komite desa apabila menemukan ular di sekitar rumah mereka.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun Libatkan Enam Kendaraan di Jalan Magelang-Jogja, Lalu Lintas Sempat Lumpuh


Tim penyelamat juga dikerahkan ke wilayah terdampak, menggunakan alat pancing dan alat setrum ikan untuk menangkap ular-ular yang tersisa.

Wu Zhi menjelaskan sebagian besar ular sebenarnya sudah terbawa arus banjir, sementara sisanya yang masih terpantau kebanyakan menempel di tumpukan sampah dan reruntuhan yang mengapung.

Dari yang berhasil ditangkap sejauh ini, mayoritas justru merupakan ular air yang tidak berbisa.

Insiden ini hanya sepenggal dari krisis banjir yang jauh lebih besar di China selatan dan tengah.

Otoritas pusat melaporkan sedikitnya 17-20 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat rangkaian bencana cuaca ekstrem pekan ini, termasuk tornado di Provinsi Hubei.

Baca Juga: Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Banjir di Hengzhou, Nanning, China (AP News)
Banjir di Hengzhou, Nanning, China (AP News)

 

Sebagaimana diinformasikan bahwa tornado di Provinsi Hubei merusak puluhan bangunan, serta menyebabkan tanah longsor di Provinsi Gansu.

Peristiwa ini menewaskan lima orang.

Sementara yang terkubur diperkirakan lebih dari 30 orang.

Di Guangxi sendiri, lebih dari 93 ribu warga terdampak banjir, dengan sekitar 54 ribu di antaranya sudah dievakuasi ke tempat penampungan sementara.


Menyusul situasi darurat ini, Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya penyelamatan dan bantuan besar-besaran secara menyeluruh.

Musim banjir di China secara resmi dimulai sejak 1 Juli, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut di sejumlah wilayah dalam waktu dekat.



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Banjir China #Ular Berkeliaran di Tengah Banjir China #peternakan reptil #Topan Maysak #Viral