RADAR JOGJA, 19 Maret 2026 – Citra Amerika Serikat dan Israel mengalami penurunan tajam di mata masyarakat global menurut survei terbaru Pew Research Center tahun 2025.
Sebanyak 79% responden di 24 negara menyatakan pandangan tidak menguntungkan (unfavorable) terhadap kedua negara tersebut, menandai salah satu titik terendah dalam hubungan internasional terkini.
Survei yang melibatkan lebih dari 28.000 responden dewasa ini dilakukan antara Januari hingga April 2025 di berbagai negara, termasuk negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Turki, dan Tunisia.
Di Indonesia sendiri, pandangan negatif terhadap Israel mencapai angka sangat tinggi, sejalan dengan tren di negara-negara serupa di mana lebih dari 90% responden menyatakan ketidaksukaan.
Di Turki, 95% responden memiliki pandangan tidak menguntungkan terhadap Israel, sementara di Tunisia mencapai 93%.
Angka serupa juga terlihat di negara-negara Eropa seperti Yunani, Belanda, Spanyol, dan Swedia, di mana lebih dari 70-80% responden menyatakan sikap negatif.
Bahkan di negara-negara yang selama ini dianggap sekutu dekat, seperti Australia dan Jepang, pandangan negatif terhadap Israel mendominasi dengan angka di atas 74%.
Survei Pew juga menyoroti penurunan citra Amerika Serikat di banyak negara.
Di beberapa wilayah, termasuk Swedia (79%), Nigeria (78%), dan Kanada (64%), pandangan negatif terhadap AS semakin menguat sejak periode sebelumnya.
Seorang pengamat media Indonesia, Zulfikar Akbar, melalui akun X-nya (@zoelfick), mengomentari hasil survei ini dengan nada sarkastis:
“Congratulations to Trump and Netanyahu for achieving it: making their countries the most hated on the map. Quite an achievement!”
Komentar tersebut merujuk pada kebijakan luar negeri di era kepemimpinan Donald Trump (presiden kedua) dan Benjamin Netanyahu yang dinilai berkontribusi pada penurunan citra kedua negara.
Penurunan ini terjadi di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah, termasuk eskalasi ketegangan Israel-Iran dan situasi di Gaza serta Lebanon.
Banyak analis menghubungkan tren ini dengan persepsi publik terhadap pendekatan militer dan diplomasi yang diambil oleh Washington dan Tel Aviv.
Hasil survei Pew Research Center ini menjadi pengingat bahwa diplomasi publik dan kebijakan luar negeri memiliki dampak jangka panjang terhadap persepsi global.
Bagi Indonesia, yang secara konsisten menunjukkan solidaritas tinggi terhadap isu Palestina, temuan ini sejalan dengan sentimen mayoritas masyarakat. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin