RADAR JOGJA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hendak menaikkan tarif chip komputer menjadi 100%.
Kebijakan ini akan mempengaruhi biaya barang seperti elektronik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan barang barang yang penting lainnya.
“Kami akan mengenakan tarif 100% untuk chip dan semikonduktor. Kabar baiknya, jika memproduksinya di Amerika, tidak akan dikenai tarif tersebut,” ujar Trump di Gedung Putih, Rabu (6/8/2025).
Tujuan dari kenaikan tarif adalah untuk menghidupkan kembali produksi chip komputer di Amerika.
Artinya, chip yang di produksi di luar Amerika akan mengalami kenaikan biaya yang cukup signifikan, sehingga memaksa Amerika untuk bisa memproduksi chip mereka sendiri.
Melansir dari The Guardian, beberapa perusahaan Asia yang telah bekerja sama dalam memproduksi chip komputer seperti chip komputer pada Apple yang dibuat di Taiwan dan perusahaan Korea yang memproduksi Samsung tidak akan dikenai tarif tersebut.
Namun mungkin tarif ini akan berimbas pada negara-negara yang tidak memproduksi chips komputer dan negara negara yang mengimpor barang barang Amerika akan mengalami kenaikan harga, karena tingginya biaya produksi.
Chip merupakan komponen komputer yang sangat penting terutama dalam sektor industri elektronik.
Kenaikan tarif ini dapat menjadi kekhawatiran dunia dalam pemasaran globalnya karena setiap negara hanya mampu saling mengandalkan impor and ekspor.
Bagaimana dampaknya dengan di Indonesia?
Efek kenaikan tarif ini tidak secara langsung berimbas di Indonesia.
Akan tetapi dapat diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mengimpor barang barang dari Amerika salah satunya elektronik, yaitu seperti Apple, HP dan Dell yang pasarannya sangat laku di indonesia.
Secara tidak langsung jika barang barang elektronik tersebut akan mengalami kenaikan harga yang cukup melonjak.
Hal itu terjadi karena adanya biaya produksi yang meningkat dan kemungkinan Amerika untuk bisa meningkatkan harga produk ekspor.
Meskipun secara keseluruhan ini hanya sebuah rencana, akan tetapi secara global akan merasakan dampaknya baik bagi dunia sendiri atau bagi Amerika sendiri yang membuat kebijakan tersebut. (Safira Ratih N)
Editor : Meitika Candra Lantiva