RADAR JOGJA - Pemerintah Tiongkok melalui Administrasi Siber Nasional (Cyberspace Administration of China) meluncurkan kampanye bertajuk "Clear and Bright" sejak April 2024.
Kampanye ini bertujuan untuk membersihkan konten daring yang dianggap merusak nilai-nilai sosial.
Khususnya konten yang menampilkan gaya hidup mewah dan pemujaan terhadap kekayaan.
Dalam pernyataannya, otoritas menyatakan akan menindak tegas influencer yang menciptakan persona mencolok untuk memenuhi kebutuhan vulgar, dan sengaja menampilkan gaya hidup mewah yang dipenuhi uang.
Langkah ini diambil karena kekhawatiran bahwa tren tersebut dapat memperburuk moral remaja, mendorong gaya hidup konsumtif, dan memperlebar ketimpangan ekonomi.
Beberapa influencer ternama telah menjadi target kampanye ini.
Akun Douyin milik Wang Hongquan, yang memiliki lebih dari empat juta pengikut dan dikenal karena menampilkan pakaian desainer, penerbangan kelas satu, serta koleksi perhiasan gioknya, telah diblokir karena melanggar pedoman komunitas Douyin.
Influencer lain seperti "Sister Abalone", yang sering memamerkan rumah mewah dan perhiasan berlian, serta "Young Master Bo", yang dikenal dengan video mengendarai mobil mewah dan tas Hermes, juga mengalami nasib serupa.
Selain itu, platform media sosial seperti Weibo, Tencent, dan Xiaohongshu telah menghapus lebih dari 1.100 postingan yang dianggap mempromosikan kekayaan dan pemujaan terhadap uang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk "memurnikan lingkungan budaya internet" dan mendorong representasi kehidupan yang lebih seimbang dan otentik.
Kampanye "Clear and Bright" sejalan dengan inisiatif "kemakmuran bersama" yang dicanangkan oleh Presiden Xi Jinping, yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan mempromosikan distribusi kekayaan yang lebih merata.
Baca Juga: Indonesia vs Tiongkok, Patrick Kluivert Sangat Percaya Diri Skuad Garuda Raih Kemenangan
Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah juga telah memotong gaji dan bonus di sektor keuangan serta menindak tegas pelanggaran pajak oleh selebritas daring.
Meskipun kampanye ini mendapat dukungan dari sebagian masyarakat yang mengkhawatirkan dampak negatif dari pemujaan kekayaan, beberapa pihak mengkritik langkah ini sebagai bentuk sensor yang berlebihan dan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.
Namun, pemerintah tetap berkomitmen untuk menegakkan kebijakan ini demi menciptakan masyarakat yang lebih adil dan seimbang.
Bagaimana menurut anda? (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva