RADAR JOGJA - Katy Perry kembali ke Bumi setelah mengikuti misi luar angkasa bersejarah bersama Blue Origin, Senin (14/5/2025).
Penerbangan ini merupakan bagian dari misi New Shepard NS-31, yang menjadi sorotan karena seluruh kru terdiri dari perempuan.
Penerbangan semacam ini pertama kali terjadi sejak tahun 1963.
Selain Perry, kru juga mencakup Gayle King, Kerianne Flynn, dan tiga perempuan lainnya.
Mereka berhasil mencapai Kármán line, batas luar angkasa 62 mil di atas permukaan Bumi.
Penerbangan berlangsung selama 11 menit, diluncurkan dari fasilitas Blue Origin di Texas, Amerika Serikat.
Sesaat setelah mendarat, Perry mencium tanah dan mengangkat bunga daisy sebagai simbol penghormatan kepada putrinya, Daisy.
Gayle King juga menunjukkan rasa syukur. “Saya ingin menghormati Bumi sejenak," tuturnya.
Perry mengungkapkan kepada NPR bahwa ia berencana menulis lagu tentang pengalaman ini.
Reaksi publik pun beragam.
Banyak penggemar di media sosial menunjukkan kekaguman, namun tak sedikit pula yang mengkritik.
"Secara harfiah hanya Katy Perry yang bisa membuat perjalanan ke luar angkasa menjadi sesuatu yang mengecewakan,"sindir @mazzypopstar di X.
Aktris Olivia Munn pun turut menyoroti ironi biaya tinggi misi di tengah krisis ekonomi global.
“Banyak orang bahkan tak mampu beli telur,” ujarnya di kutip dari BBC News.
Meski demikian, misi ini membuka diskusi penting tentang potensi dan tantangan pariwisata antariksa.
Blue Origin, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos, terus mengembangkan program ini, meski eksklusivitas karena biaya tinggi masih jadi kendala besar.
Dr Tanya Harrison dari Outer Space Institute mencatat bahwa perdebatan publik lebih mencerminkan kesenjangan akses teknologi saat ini.
Perry berharap pengalamannya dapat menginspirasi generasi masa depan untuk bermimpi besar dan melihat luar angkasa sebagai sesuatu yang mungkin dicapai. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva