RADAR JOGJA - Israel dikabarkan tengah merancang skenario serangan balasan setelah Iran meluncurkan lebih dari 200 rudal ke wilayah Zionis pada Selasa (1/10/2024).
Meski hingga kini belum ada waktu pasti untuk serangan balasan tersebut, sejumlah sumber menyebut Tel Aviv merencanakan aksi setelah peringatan serangan dadakan Hamas pada 7 Oktober lalu.
Beberapa pengamat memprediksi bahwa Israel akan fokus menyerang fasilitas nuklir dan kilang minyak Iran.
Eks Perdana Menteri Israel Naftali Bennett juga turut angkat bicara mengenai langkah yang harus diambil oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Bennett mendesak Netanyahu untuk mengebom fasilitas nuklir Iran serta menyerang pilar ekonomi utama negara itu, seperti sektor energi.
Dalam pernyataannya, Bennett mengatakan, Israel harus mengambil langkah tegas untuk merusak program nuklir Iran serta menghancurkan sumber daya ekonomi utama mereka.
"Israel mesti menyerang program nuklir Iran, pemerintahan Iran, dan menghancurkan ekonomi utama rezim seperti energi," ujar Bennett, Minggu (6/10/2024) melalui akun X miliknya.
Perdana Menteri Netanyahu sendiri mengakui bahwa serangan rudal Iran kali ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah.
Dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube resminya pada Sabtu (5/10/2024), Netanyahu mengungkapkan bahwa Iran telah meluncurkan ratusan rudal balistik ke kota-kota Israel.
Menurut Netanyahu, ini adalah salah satu serangan terbesar yang pernah dihadapi negara tersebut, dan Israel harus meresponsnya.
Sementara itu, Iran telah bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Israel.
Melansir dari Mehr News, Iran telah berada dalam kondisi siaga penuh. Seorang sumber militer menyatakan bahwa jika Israel mengambil tindakan, maka Iran akan langsung melancarkan serangan balasan.
Rencana Iran dikatakan bervariasi, tergantung pada jenis aksi yang diambil Israel.
Di tengah situasi memanas ini, kondisi Komandan Pasukan Al-Quds Iran, Jenderal Esmail Qaani, menjadi perhatian.
Sebelumnya, Qaani sempat dikabarkan hilang usai serangan Israel di Beirut. Namun, Iraj Masjedi, wakil komandan Al-Quds, menegaskan bahwa Qaani dalam keadaan sehat.