Negara ini terkenal dengan filosofi "kebahagiaan nasional bruto" yang mengedepankan kesejahteraan rakyatnya.
Salah satu keunikan filosofi ini adalah larangan bagi warganya untuk menjadi miskin.
Pemerintah Bhutan menyediakan berbagai layanan publik gratis seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
Hal ini memastikan semua orang memiliki akses ke kebutuhan dasar.
Bhutan juga menerapkan sistem pajak progresif yang tinggi, di mana orang kaya membayar lebih banyak untuk membantu mereka yang kurang mampu.
Pemerintah Bhutan meyakini bahwa kemiskinan bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga moral.
Mereka ingin semua orang memiliki kesempatan untuk menjalani hidup yang bahagia dan sejahtera.
Maka dari itu pemerintah dari negara Bhutan menetapkan bahwa tidak boleh ada warga yang miskin.
Bahkan ada aturan unik yang ada di negara Bhutan ini yaitu apabila ada warga yang jatuh miskin harus menemui raja agar diberikan kemakmuran.
Meskipun masih ada tantangan seperti tingkat pengangguran yang tinggi dan infrastruktur yang belum sempurna.
Namun Bhutan dapat menunjukan bahwa setiap warganya tidak ada yang miskin dan bahkan tidak ada warga negara Bhutan yang tidak memiliki rumah atau disebut tunawisma.
Bhutan merupakan salah satu negara yang unik dengan filosofi menarik tentang kebahagiaan dan kesejahteraan.
Bahkan larangan bagi warganya untuk menjadi miskin, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan rakyatnya.
Meskipun masih ada tantangan, Bhutan telah menunjukkan bahwa memerangi kemiskinan adalah sesuatu hal yang dapat dilakukan.