Ribuan guru memilih mengambil cuti untuk mengatasi stres dan tekanan yang terkait dengan pekerjaan mereka.
Fenomena ini mencetak rekor baru dalam upaya pendidik untuk mengenali dan memulihkan masalah kesehatan mental.
Di Jepang, 6.539 guru sekolah negeri melaporkan mengambil cuti karena alasan kesehatan mental.
Jumlah ini meningkat sebanyak 642 orang antara April 2022 hingga Maret 2023, yang merupakan peningkatan berurutan.
Tercatat, jumlah guru yang mengambil cuti pun semakin meningkat setiap tahunnya.
Menurut survei, hal ini salah satunya disebabkan oleh meningkatnya beban kerja guru selama pandemi Covid-19.
Tidak hanya guru yang diberhentikan, bahkan dilaporkan bahwa 8 persen dari 12.652 guru memilih berhenti pada tahun ajaran yang berakhir Maret 2022 karena gangguan mental.
Dampaknya, pendidikan di Jepang semakin kekurangan guru.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Jepang berupaya melakukan reformasi metode kerja, terutama dengan mengurangi dokumen dan mengatasi jam kerja yang panjang.
Editor : Bahana.