MAGELANG - Seorang pria berinisial ER, 52 ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumah kontrakan di wilayah Kampung Ringinanom, Magelang Utara, Rabu (6/5) malam. Korban diduga telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum akhirnya ditemukan warga.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan kristiana mengatakan, polisi menerima laporan dan langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 23.45. "Di lokasi ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di blandar rumah bagian tengah," ujarnya, Kamis (7/5).
Korban diketahui bernama ER. Ia tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang. Iwan menyebut, korban sudah cukup lama tidak terlihat oleh warga sekitar sebelum akhirnya ditemukan.
Iwan menjelaskan, penemuan jenazah bermula dari kecurigaan warga dan keluarga korban terhadap bau menyengat yang berasal dari dalam rumah. Anak tiri korban bersama warga kemudian berinisiatif memeriksa sumber bau tersebut.
"Setelah dicek bersama warga, pintu dan jendela tidak terkunci. Saat masuk ke dalam, korban ditemukan dalam posisi tergantung di ruang tengah," kata Iwan.
Saat ditemukan, lanjut dia, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dari Puskesmas Magelang Utara, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari.
Baca Juga: Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat
"Korban sudah dalam keadaan kaku, lebam, membusuk, dan mengeluarkan cairan dari tubuh. Bahkan sudah terdapat belatung," jelasnya.
Polisi juga menemukan sejumlah barang di lokasi yang menguatkan dugaan bunuh diri. Di antaranya kursi yang diduga digunakan korban untuk naik sebelum mengakhiri hidupnya. Kursi itu ditemukan dalam posisi bergeser di bawah lokasi korban tergantung, serta tali yang digunakan sebagai alat.
"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan dokter, mengarah pada dugaan gantung diri," tegas Iwan.
Baca Juga: PSS Sleman Fokus Asah Set Piece untuk Bungkam Garudayaksa FC di Final Pegadaian Championship
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan dan tekanan ekonomi. Anak tiri korban menyebut ER kerap mengeluhkan sakit maag dan pernah mengalami tifus. Selain itu, usaha angkringan yang dijalani korban disebut sedang sepi pembeli.
Korban juga diketahui sempat memiliki utang dan pernah meminta bantuan anak tirinya untuk mencicil pembayaran. "Dari pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," imbuh Iwan.
Iwan menambahkan, korban diketahui tinggal seorang diri sejak istrinya meninggal dunia sekitar dua tahun lalu. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi situasi psikologis korban, meski polisi tidak merinci lebih jauh.
Usai proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Tidar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi tetangga, terutama mereka yang tinggal sendiri. (aya)
Editor : Heru Pratomo